Jakarta, Intra62.com – Jaksa Agung ST Burhanuddin menggelar rapat koordinasi antara Kejaksaan RI dan TNI Angkatan Laut (TNI AL) yang dipimpin. Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali untuk membahas penegakan hukum di wilayah maritim. Selasa (17/10/2023) sekitar pukul 10.00 WIB di lantai 7 Gedung Kejaksaan Agung.
Dalam pertemuan tersebut, KSAL menyatakan bahwa wilayah laut Indonesia mencakup dua pertiga luas daratan Indonesia. Oleh karena itu, jumlah penjahat di laut dengan metode operasi yang berbeda seharusnya jauh lebih banyak dibandingkan di darat. Terkait hal tersebut, KSAL mengusulkan perlunya koordinasi antar aparat penegak hukum.
Baca Juga: Jaksa Agung Menyampaikan Penting Membangun Pemberitaan Positif
“Indonesia mempunyai potensi sumber daya kelautan sehingga berpotensi untuk dikaji oleh negara lain. Hal ini dapat berdampak pada kejahatan transnasional seperti pelanggaran wilayah, penangkapan ikan ilegal, penambangan ilegal, perdagangan manusia, penyelundupan narkoba dan terorisme. Dalam konteks 12 lembaga penyidikan yang berkepentingan di bidang laut, setiap penyidikan kejahatan maritim harus memiliki koordinasi yang baik antara semua pihak,” kata KSAL.
Jaksa Agung menyambut baik kedatangan KSAL dan jajaran TNI Angkatan Laut karena kunjungan tersebut tidak hanya menunjukkan silaturahmi tetapi juga meningkatkan kerja sama penegakan hukum di bidang maritim.
Jaksa Agung juga menyatakan, keberadaan Jaksa Agung Muda Pidana Militer (JAM PIDMIL) berfungsi sebagai koordinator kasus-kasus terkait. Untuk itu, JAM PIDMIL dapat membantu penyidik TNI Angkatan Laut dalam rangka penegakan hukum dan koordinasi secara keseluruhan.
Dengan berkembangnya teknologi informasi di bidang kejahatan transnasional di laut, Menteri Kehakiman memandang perlu adanya penguatan fasilitas serta koordinasi yang menyeluruh dan mendalam antar penyidik agar penegakan hukum tidak tumpang tindih.
“Saya berharap kedepannya diperlukan pendidikan dan pelatihan bersama untuk menumbuhkan kesamaan pemikiran/kesadaran antar aparat penegak hukum. Pendidikan dan pelatihan ini merupakan bagian dari pertukaran informasi dan berbagi pengetahuan,” ucap Jaksa Agung.
Rapat Koordinasi Kejaksaan RI dengan TNI Angkatan Laut dihadiri oleh Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Febrie Adriansyah, Jaksa Agung Muda Pidana Militer Mayjen TNI Wahyoedho Indrajit, Jaksa Agung Muda Pidana Umum Asri Agung Putra dan Direktur Hukum Pusat Informasi Ketut Sumedana.
Sementara itu, jajaran TNI AL didampingi Asisten Personalia TNI KSAL Laksamana Muda P.Rahmad Wahyudi, Laksamana Operasi TNI Laksamana Denih Hendrata,. Dan Kabag Hukum TNI AL Laksamana TNI Leonard Marpaung. (red/intra62)
