• Sun. Apr 19th, 2026

Indonesia Dalam Bahaya Jika Pemenang Pilpres 2024 Tidak Paham Fatsun Politik ,Ini Kata Sekjend AWDI Balham Wadja SH

ByAF

Jan 7, 2024
Indonesia Dalam Bahaya Jika Pemenang Pilpres 2024 Tidak Paham Fatsun Politik ,Ini Kata Sekjend AWDI Balham Wadja SH

Jakarta ,Intra62.com . Indonesia Dalam Bahaya Jika Pemenang Pilpres 2024 Tidak Paham Fatsun Politik ,Ini Kata Sekjend AWDI Balham Wadja SH . Tema ini diangkat menjadi Editorial Minggu ini , ( 7/01/2024 ) .

Sekjend DPP AWDI Balham Wadja SH menegaskan Pemimpin ke depan harus memahami apa itu Fatsun Politik . Indonesia dalam bahaya besar di depan apabila pemenang Pilpres 2024 nanti tidak bisa menerapkan fatsun Politk .

Mengutip pidato Presiden pertama RI Ir Soekarno , bahwa etika , perilaku sopan santun dalam berpolitik harus dimiliki oleh pemimpin indonesia ,Pemimpin partai politik . Dan bahkan  pidato soekarno pada tahun 30 Oktober  1956  saat acara Konggres Persatuan Pengajar sempat dua kali marah kepada partai politik .

Pasalnya situasi saat itu panggung politik terus buat kegaduhan . Saling sikut antar Partai politik dan konflik dengan internal mereka . Padahal saat itu bangsa indonesia sedang butuh stabilitas yang kokoh karena bangsa baru merdeka.

Baca juga : KPU Menggelar Rapat Lanjutan, Terkait Debat Pemilu Kedua

Dinamika per politikan sekarang tidak terlepas dengan kepentingan kekuasaan yang secara obyektif ingin terus berkuasa. Makanya tidak aneh aneh kalau presiden jokowi secara gamblang akan cawe cawe dalam pilpres 2024 .

Mengelola Negara sebesar  Indonesia saat tidaklah mudah .Sangat dibutuhkan figur yang punya integritas dan rekam jejak yang baik .Ternasuk dalam beretika dalam politik ,karena dalam manajemen pemerintahan sangat dibutuhkan pola keberanian dalam menegakkan UU dan peraturan lainnya .

Fatsun politik ( etika sopan santun ) harus dipahami sebagai asset pribadi yang bernilai . Dan setidaknya dimiliki oleh pemimpin partai politik dan Tim sukses capres yang terpilih nantinya . Karena dengan komunikasi politik yang baik antar lembaga tinggi negara dengan masyarakat.

Sementara itu dalam peran yang penting juga adalah para politisi DPR . Hal ini juga sangat menetukan bobrok dan tidaknya pemerintahan ke depan . Seringkali diperlihatkan oleh politisi yang awalnya belum menjadi anggota dewan sangat dekat dengan rakyat. Namun setelah terpilih menjadi anggota dewan maka banyak yang lupa dengan rakyatnya . ( red)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/