Jakarta, Intra62.com – Prof Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, menyatakan bahwa pendidikan tinggi sangat penting untuk memperkuat sumber daya manusia yang unggul, progresif, dan berakar pada nilai-nilai Pancasila, agama, dan kebudayaan nasional.
Saat berkunjung ke Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) di Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin siang, Haedar menyatakan bahwa UMP, bersama dengan seluruh perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah, merupakan bagian dari program strategis Muhammadiyah untuk membangun bangsa melalui pendidikan tinggi.
Baca Juga : KPPTI 2025 Kokohkan Ekosistem Pendidikan Tinggi Indonesia
Menurutnya, Perguruan Tinggi Muhammadiyah harus menjadi kekuatan penggerak pengembangan pendidikan yang berbasis pada penguatan sumber daya manusia. Kita harus berani melompat dengan langkah-langkah progresif.
Ia menyatakan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia sangat penting untuk memungkinkan Indonesia untuk bersaing dan bertanding dengan negara-negara di kawasan ASEAN, yang saat ini masih tertinggal dalam beberapa hal.
Selain itu, Haedar menekankan bahwa membangun bangsa memerlukan pembangunan nilai dan bukan hanya pembangunan fisik.
Ia mengingatkan pada makna lirik lagu Indonesia Raya, “Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya,” sebagai prinsip untuk pembangunan yang seimbang.
Dia menyatakan bahwa sebuah bangsa akan keropos jika fisiknya dibangun tetapi jiwanya tertinggal. Sebaliknya, jika hanya membangun jiwanya tetapi jiwanya tertinggal, bangsa itu juga akan terbelakang.
Dalam situasi seperti ini, dia menegaskan bahwa agama, kebudayaan, dan Pancasila negara harus dihidupkan sebagai nilai yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya sebagai aturan yang ditulis.
Oleh karena itu, Pancasila harus diwujudkan dalam praktik berbangsa dan bernegara, katanya.
Selain itu, ia menekankan bahwa agama berfungsi sebagai sumber keteladanan yang dapat mencerahkan orang dan menjadi contoh perilaku yang baik bagi masyarakat.
Dia menyatakan bahwa umat beragama harus tampil sebagai contoh yang menyebarkan kebajikan.
Di tengah berbagai musibah dan tantangan yang dihadapi Indonesia, Haedar mengatakan, persatuan bangsa menjadi sangat penting agar energi kolektif rakyat dapat difokuskan untuk membangun masa depan yang maju, berdaya saing, dan berkeadaban.
(Red).
