Jakarta, Intra62.com – Empat harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) telah direkam oleh kamera jebak di Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT). Ini menunjukkan bahwa ekosistem di daerah tersebut masih aman.
Kamis, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Balai Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) Hendra Koswandi mengatakan, “Untuk sementara, ya, terekam empat, pengambilan masih dilakukan, artinya masih ada ya (harimau sumatra).”
Ia menjelaskan hasil pemantauan yang dilakukan dari September hingga Desember 2025 dengan menggunakan kamera yang dipasang di wilayah Suo-Suo.
Pihak TNBT dan mitranya berhasil mengabadikan empat harimau sumatra yang berbeda.
Petugas menyebarkan empat puluh kamera di dua puluh petak lokasi di wilayah tersebut. Setiap lokasi memiliki pantai yang tersebar di wilayah strategis seluas 2 kali 2 kilometer persegi, atau sekitar 400 hektare.
Dia menyatakan bahwa alat tersebut berhasil merekam 32 spesies hewan liar di hutan, termasuk 13 spesies yang dilindungi oleh undang-undang. Mereka termasuk harimau sumatra.
Satwa yang dilindungi oleh ekam termasuk tapir (Tapirus indicus), gajah sumatra (Elephas maximus sumatrensis), beruang madu (Helarct malayanus), rusa (Cervidae), kancil (Tragulus), trenggiling (Pholidota), dan binturong.
Dia mengatakan, “Kalau beruang setiap pengambilan pasti ada (terekam), babi juga pasti ada.”
Dia menyatakan bahwa keberadaan satwa kunci menunjukkan bahwa ekosistem di lanskap TN Bukit Tigapuluh masih hidup, meskipun ada masalah dan peluang untuk perambahan dan perburuan liar.
Tekanan aksi perambahan dan perburuan masih tinggi, katanya.
Untuk itu, dia meminta seluruh masyarakat, terutama di daerah desa penyangga, bekerja sama untuk menjaga dan memantau ekosistem kawasan seluas 144.223 hektare yang terletak di Jambi dan Riau.
Hendra mengatakan, “Tekanan tetap besar, antisipasi kita selalu patroli rutin, alhamdulillah kita dapat tambahan petugas baru. Masyarakat dan pihak terkait terus kita libatkan, termasuk mitra menjaga taman nasional.”
Baca Juga : Di Batu Brak, Lampung Barat, Harimau Sumatra Masuk Ke Kandang Jebak.
(Red).
