• Wed. Jun 10th, 2026

El Niño Tidak Mengganggu Produktivitas Pertanian Selama Musim Hujan.

ByBunga Lestari

Jun 10, 2026

Jakarta, Intra62.com –

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dampak fenomena iklim El Niño, yang diprediksi antara moderat dan kuat, tidak akan mengganggu aktivitas pertanian nasional secara signifikan ketika Indonesia mulai memasuki musim hujan.

Dalam konferensi pers “Perkembangan Musim Kemarau Indonesia 2026” yang diadakan di Jakarta, Rabu, Ardhasena Sopaheluwakan, Deputi Bidang Klimatologi BMKG, menyatakan bahwa dampak El Niño pada periode basah hanya akan mengurangi jumlah curah hujan yang relatif sedikit dibandingkan dengan kondisi normal.

Dia mengatakan, “Kondisi normal klimatologi, musim hujan yang terdampak oleh El Nino biasanya secara akumulatif cenderung sedikit menurun. Tetapi cenderung menurunnya itu terhadap jumlah yang masih cukup besar, jadi tidak begitu mengganggu biasanya terhadap aktivitas yang membutuhkan banyak curah hujan, seperti pertanian.”

Ardhasena menjelaskan bahwa, meskipun rilis resmi yang menyeluruh tentang prediksi musim hujan baru diharapkan dirilis pada bulan Agustus, pasokan air hujan diharapkan mulai membasahi wilayah barat Indonesia secara bertahap sejak bulan Oktober.

Analisis bulanan Direktorat Klimatologi BMKG menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Pulau Sumatera, mulai dari sisi barat hingga wilayah Jambi dan Sumatera Selatan, telah mulai memasuki musim hujan pada bulan Oktober. Musim hujan kemudian menyebar ke daerah lain pada bulan November.

Dia menyatakan bahwa kedatangan musim hujan ini pasti akan menjadi momentum pemulihan alami bagi sejumlah wilayah di tanah air setelah kondisi kering yang panjang selama pertengahan tahun ini.

Dalam hal ini, BMKG memproyeksikan pasokan air hujan akan mencapai tingkat yang cukup besar pada akhir tahun, ketika intensitas curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia sudah mencapai kategori menengah hingga tinggi pada bulan Desember.

Oleh karena itu, BMKG mengimbau para pelaku sektor pertanian dan pemangku kepentingan terkait untuk tetap tenang dan tetap dapat memanfaatkan saluran informasi iklim resmi untuk membuat strategi masa tanam yang ideal.

Dia menegaskan, “Jadi biar cukup jelas, untuk bulan Desember, itu curah hujan cukup tinggi, dari kategori menengah hingga tinggi.”

Baca Juga : China Menunjukkan Upaya Untuk Mempercepat Modernisasi Pertanian.

Baca Juga :Produksi 4.834 BOPD Dari Dua Sumur Ditambahkan Pertamina EP Zona 4.

(Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/