Jakarta, Intra62.com – Menurut Ketua DPR RI Puan Maharani, masalah Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC), juga dikenal sebagai Whoosh, akan dibahas dalam DPR RI dengan mempertimbangkan keputusan pemerintah sebelumnya.
Dia menyatakan bahwa komisi yang relevan akan memeriksa perdebatan Whoosh itu. Dia juga menyatakan bahwa DPR RI akan memanggil pemerintah yang terlibat dalam proyek kereta cepat tersebut.
Setelah menghadiri rapat paripurna di kompleks parlemen di Jakarta, Selasa, Puan mengatakan, “Ini kan harus dibahas bersama dengan pemerintah, bagaimana secara teknis dan bagaimana kondisi keuangan dulu dan saat ini.”
Dia berpendapat bahwa pemerintah harus memberikan penjelasan tentang apa yang mungkin terjadi di masa depan terkait masalah Whoosh, serta posisi mereka tentang masalah itu. Dia menegaskan bahwa negara tidak boleh kehilangan banyak uang karena Whoosh.
Dan bagaimana sikap keputusan pemerintah saat ini? Untuk menghindari kerugian negara, katanya.
Puan pun menyatakan dalam pidato di rapat paripurna bahwa masalah Whoosh telah dimasukkan ke dalam daftar DPR RI untuk fungsi pengawasan yang akan dilakukan selama persidangan ini.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya menyatakan bahwa dugaan tindak pidana korupsi terkait proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh telah dimulai sebagai penyelidikan.
Dalam video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya, Mahfud MD Official, pada 14 Oktober 2025, mantan Menko Polhukam Mahfud MD mengungkapkan dugaan tindak pidana korupsi terkait penggelembungan anggaran atau mark-up di proyek Whoosh.
Baca Juga : Puan: pemerintah harus menerapkan rekomendasi raker yang disetujui DPR.
( Red ).
