• Fri. Apr 24th, 2026

Dengan Menggunakan Bahan Acuan Laboratorium, KKP Meningkatkan Kualitas Perikanan.

ByBunga Lestari

Mar 9, 2026

Jakarta, Intra62.com –

Untuk meningkatkan sistem jaminan mutu produk perikanan nasional, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menghadirkan produsen bahan acuan (PBA) isolat Staphylococcus aureus terakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN) untuk pertama kalinya di Indonesia.

Menurut Machmud, Plt. Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, pengembangan bahan acuan merupakan langkah strategis yang diambil KKP untuk meningkatkan daya saing produk perikanan.

Dalam siaran pers di Jakarta, Senin, dia menyatakan bahwa produk perikanan Indonesia semakin terjamin dan berdaya saing karena pengembangan ini memastikan hasil pengujian laboratorium tertelusur dan sesuai standar.

Machmud menjelaskan bahwa bahan acuan ini meningkatkan keandalan laboratorium pengujian dan meningkatkan kepercayaan pasar global terhadap produk perikanan Indonesia. Selain itu, mereka berfungsi sebagai standar referensi untuk pengujian laboratorium.

Dia menyatakan bahwa hasil uji mikrobiologi produk perikanan menjadi lebih akurat, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan dengan standar yang terverifikasi. Hasil ini memenuhi persyaratan pasar domestik dan internasional.

Dalam standar keamanan pangan, salah satu parameter mikrobiologi yang paling sering diperlukan adalah Staphylococcus aureus. Bakteri ini menghasilkan enterotoksin yang tahan panas, yang membuat produk makanan tetap berbahaya meskipun telah dimasak.

Menurut Rahmadi Sunoko, Kepala Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan (BBP3KP), bahan acuan Staphylococcus aureus yang dikembangkan telah melalui prosedur ketat untuk memastikan kemurnian, homogenitas, dan stabilitasnya.

Dia menyatakan bahwa “bahan acuan ini membantu laboratorium menjaga hasil uji konsisten, khususnya dalam mendeteksi cemaran mikroba pada produk perikanan.”

Rahmadi mengatakan bahwa laboratorium KKP internal dan mitra dapat menggunakan bahan acuan ini untuk meningkatkan kemandirian nasional dalam menyediakan bahan acuan berkualitas internasional.

Selain itu, ia menyatakan bahwa bahan acuan tersebut memenuhi standar ISO 17034:2016 internasional, serta standar ISO 33403:2024 dan ISO 33405:2024.

Bahan acuan dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan teknis laboratorium, seperti verifikasi dan validasi metode uji, uji banding antar laboratorium, dan uji profisiensi, asalkan standar ini dipenuhi.

(Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/