Jakarta, Intra62.com –
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan pihaknya akan mendorong penguatan kerja sama dengan United Nations Children’s Fund (UNICEF) dalam hal penyediaan data yang mendukung percepatan pemenuhan hak-hak anak secara inklusif dan berkelanjutan.
Dalam agenda Peluncuran Program Kerja Sama Pemerintah Indonesia dan UNICEF Periode 2026–2030, yang dia sampaikan di Gedung Bappenas, Jakarta, Senin, dia mengatakan, “Kolaborasi yang akan kami teruskan antara lain adalah mengeksplorasi kekayaan data dan informasi dari Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional), terutama terkait dengan pengukuran perkembangan anak usia dini, Early Childhood Development Index (ECDI).”
Selama ini, lanjutnya, BPS telah melakukan kemitraan strategis dengan UNICEF yang memberikan kontribusi penting dalam penyediaan data statistik berkualitas, terutama terkait pemenuhan hak dan kesejahteraan anak.
Kerja sama antara BPS dan UNICEF telah mencapai banyak hal penting, seperti pembentukan ECDI, pelaksanaan analisis multidimensi kemiskinan anak, dan analisis kesehatan dan gizi anak berbasis data Susenas.
Setiap upaya ini, kata Winny, menunjukkan bahwa BPS dan UNICEF dapat bekerja sama untuk menghasilkan data yang lebih baik dan lebih relevan untuk pembangunan yang lebih tepat sasaran.
“BPS menegaskan komitmen untuk terus mendukung keberlanjutan kerja sama ini antara BPS dengan UNICEF untuk ke depan, di bawah tentunya koordinasi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional,” katanya.
Untuk menyediakan data terpilah, BPS akan terus bekerja sama dengan Small Area Estimation (SAA) untuk menghitung indikator makanan pendamping asi hingga level kabupaten atau kota.
UNICEF menginginkan data terpilah dan agregat makro yang akurat.
Selain itu, BPS akan bekerja sama dengan UNICEF untuk melakukan analisis dampak pemberian makan bayi dan anak terhadap stunting, serta mengembangkan data sosial-ekonomi untuk menyediakan informasi terkait anak.
Amalia menyatakan bahwa mereka akan tetap berkomitmen untuk bekerja sama dengan UNICEF untuk terus memberikan statistik yang dibutuhkan pemerintah Indonesia dalam pembangunan, dan tentunya mereka akan terus memberikan statistik berkualitas, bermakna, dan berdampak.
Baca Juga : BPS Menemukan Bahwa 11 Ribu KPM Tidak Lagi Layak Mendapatkan Bansos.
Baca Juga : Baznas bekerja sama dengan Bappenas-BPS untuk mengoptimalkan potensi zakat nasional.
(Red).
