Jakarta , Intra62.com . Banjir DKI Mulai Surut , Pasar Rebo kebakaran hingga Serapan Anggaran Rendah . Proses normalisasi Kali Ciliwung terus berlanjut , Jakarta kemarin Selasa ( 8/7/2025 ).
Berikut adalah ringkasan:
1. Untuk mengatasi banjir, DKI terus melakukan normalisasi Kali Ciliwung.
Pemprov DKI Jakarta terus melakukan normalisasi Kali Ciliwung untuk mengurangi banjir yang sering terjadi di ibu kota.
Kami segera memulai normalisasi Ciliwung. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan kepada wartawan pada Selasa di Tanggul Inspeksi Kali Ciliwung di Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan, bahwa dari 14 penlok, empat telah ditandatangani, dua di Jakarta Selatan dan dua di Jakarta Timur.
2. Banjir di Jakarta mulai menurun, tinggal 13 RT sekarang
Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, banjir yang terjadi di sejumlah wilayah di wilayah tersebut . Yaitu telah mulai mereda pada Selasa malam, dengan hanya tersisa 13 RT dan dua ruas jalan.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan mengkonfirmasi di Jakarta, Selasa. Bahwa hingga pukul 19.00 WIB, masih ada 13 RT yang terendam.
3. Orang-orang yang terdampak banjir diminta untuk waspada terhadap leptospirosis.
Pemprov DKI Jakarta meminta warga yang terkena banjir untuk waspada terhadap leptospirosis. Yaitu penyakit kencing tikus yang disebabkan oleh bakteri Leptospira Interrogans yang masuk ke dalam air atau tanah.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ovi Norfiana, mengatakan di Jakarta, Selasa, bahwa leptospirosis sering terjadi di daerah dengan sanitasi buruk dan banjir.
4. Empat puluh anggota staf berusaha memadamkan kebakaran rumah di Pasar Rebo Jaktim.
Untuk memadamkan kebakaran rumah di Pekayon, Pasar Rebo, sebanyak 40 anggota Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Timur ditugaskan.
Selasa, Kepala Sudin Gulkarmat Jakarta Timur Muchtar Zakaria mengatakan, “Kami mengerahkan delapan unit mobil pemadam kebakaran dan 40 personel Gulkarmat Jakarta Timur untuk memadamkan api.”
Serapan Anggaran Rendah
5. Karena serapan anggaran yang rendah, DPRD DKI menyoroti kinerja BPBD.
Mujiyono, Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta, mengatakan bahwa penyerapan anggaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta masih rendah. Hal ini yang mengancam kualitas pelayanan publik.
Dalam hal mitigasi dan penanggulangan bencana, BPBD ini seharusnya menjadi pusat perhatian. Di Jakarta, Selasa, Mujiono menyatakan, “Tapi, bagaimana bisa cepat tanggap jika realisasi anggarannya saja masih lemah?”.
Baca juga : Ketum AWDI B.Wadja SH sebut Gubernur DKI jangan cuma Pencitraan , Urus Banjir yang bener ?
(Anisa-red)
