Jakarta , intra62.com. Balham Wadja SH Sekjend DPP AWDI kritisi Sri Mulyani terkait Bansos . Hal ini disampaikan Sekjend AWDI dalam Rapim terbatas bidang UMKM di Kantor AWDI ,Juma’t sore ( 2/2/2024 ).
Sebagaimana diketahui bersama Sri Mulyani mencoba menggarisbawahi Bansos sebagai instrumen Negara . Adalah upaya untuk pembenaran kepada Presiden jokowi yang belakangan ini rajin tebar bansos.
Dalih seperti Sri Mulyani sampaikan dalam Konfrensi Pers KSSK, di kantor Kementerian Keuangan, Selasa (30/1/2024). Bahwa pemberian bansos merupakan instrumen yang sudah ada di dalam APBN dan sudah disetujui oleh semua partai politik di DPR. Hal ini adalah benar secara redaksional dan normatif tapi kurang dibenarkan secara kontekstual.
konteksnya rakyat indoensia yang begitu luas dan tersebar diseluruh pulau terpencil harus juga diperhatikan oleh Sri mulyani atau Presiden .
Jika pemberian Bansos hanya on the spot seperti kasih beras seperti di depan istana atau lainnya. Ini sama halnya mengecilkan peran dan kewenanangan presiden . Lalu rakyat diwilayah lain seperti apa dan bagaimana pemberiannya ? .
Baca juga : DPP AWDI nilai Bansos menjelang Pilpres 2024 sebagai Kegagalan yang Nyata.
Lebih jauh sekjend Balham Wadja SH menuturkan bahwa anggaran bansos yang begitu besar sekitar ada kenaikan 20 Triluin dari 2023 ke 2024 . Dari hasil investigasi data AWDI , tahun 2023 anggaran 476 Triliun dan di tahun 2024 menjadi 496 Triliyun . Benarkah digunakan untuk Bansos semua ? Inilah yang harus dikawal oleh semua elemen masyarakat,”ujar Sekjend .
Jangan sampai terjadi penyalahgunaan kewenangan Bansos menjadi ” Kue tar ” yang siap dimakan di tahun politik ini .

Apalagi rencana Menteri keuangan Sri mulyani akan membagi-bagikan bansos BLT atau pun lainnya di bulan februari mendekati Pemilu . Hal inilah yang banyak sekali menimbulkan Kontra di masyarakat . Praduga tentang pemberian Bansos sebagai manuver politk akahirnya tak terhindarkan .
Polarisasi kepentingan semakin jelas , pragmatis politik menjadi kepentingan ego sesat dan ambisi hasrat untuk berkuasa ,” Ungkap sekjend . ( red)
