• Sat. May 23rd, 2026

Apakah  Pemimpin Mangkunegaran Gusti Bhre dianggap sebagai Raja, Ini adalah penjelasan dari sejarawan

ByAF

Jul 23, 2024
Apakah  Pemimpin Mangkunegaran Gusti Bhre dianggap sebagai Raja, Ini adalah penjelasan dari sejarawan

Solo , intra62.com . Apakah  Pemimpin Mangkunegaran Gusti Bhre dianggap sebagai Raja, Ini adalah penjelasan dari sejarawan. Sebagian orang menganggap Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara X atau Gusti Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo, pemimpin Pura Mangkunegaran di Solo, Jawa Tengah, sebagai raja.

Namun, pendahulu Gusti Bhre dan pemimpin Pura Mangkunegaran adalah adipati, pangeran miji.  Atau pangeran mandiri yang memimpin kadipaten yang disebut Mangkunegaran di bawah Keraton Kasunanan Surakarta.

Prof Warto, sejarawan dan Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, menyatakan bahwa sebagian orang tidak tahu posisi Gusti Bhre sebagai pemimpin Mangkunegara.

Setelah dilantik sebagai Mangkunegara X pada hari Sabtu, 12 Maret 2022, menggantikan Mangkunegaran IX yang meninggal dunia, Gusti Bhre diberi gelar KGPAA.

Menurut Heri Priyatmoko, seorang sejarawan dan pendiri Solo Societeit, Gusti Bhre bukanlah raja. Sebaliknya, dia adalah adipati dengan gelar KGPAA.

Setelah dilantik sebagai Mangkunegara X pada hari Sabtu, 12 Maret 2022, menggantikan Mangkunegaran IX yang meninggal dunia, Gusti Bhre diberi gelar KGPAA.

Karena apa Mangkunegara tidak dianggap sebagai raja? Berdasarkan struktur Mataram Islam, Mangkunegara adalah adipati, menurut Heri. Dikenal bahwa Pakubuwono, sebagai raja, mengelola Istana Mangkunegaran di bawah Keraton Kasunanan Surakarta. Hal ini sesuai dengan apa yang tertulis dalam Perjanjian Salatiga, yang ditandatangani pada tahun 1757.

Baca juga :  Kolaborasi Budi Utama School dengan Agrupacion Folclorica KO’I, Colombia pada Perhelatan International 5 Negara di Yogyakarta

Perjanjian Salatiga melibatkan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) dengan pewaris takhta Mataram Islam, Hamengkubuwono (Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat), Pakubuwana III (Keraton Kasunanan Surakarta), dan Raden Mas Said. Isi Perjanjian Salatiga adalah bahwa Pakubuwana III memberi Raden Mas Said sebagian wilayah kekuasaan Kasunanan Surakarta.

“Maka mereka (Mangkunegara) ini diberi gelar adipati, bukanlah raja,” kata Heri saat dihubungi Kompas.com, Rabu (17/7/2024). Ia juga menyatakan bahwa Mangkunegaran tidak boleh memiliki alun-alun seperti Keraton Kasunanan Surakarta karena Mangkunegaran bukanlah raja.

Mangkunegara “dianggap” sebagai raja

Meskipun statusnya sebenarnya adalah adipati. Heri mengatakan bahwa orang-orang di Pura Mangkunegaran masih menganggap pemimpin mereka sebagai raja dalam ingatan mereka.

Disebabkan fakta bahwa Mangkunegara sebelumnya memiliki kekuasaan atas beberapa wilayah, seperti Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Wonogiri.

Selama masa lalu, masyarakat Solo membagi wilayahnya menjadi kampung lor dan kampung kidul, yang dipisahkan oleh Jalan Slamet Riyadi. Pura Mangkunegaran terletak di kampung lor, dan Keraton Kasunanan Surakarta terletak di kampung kidul. Heri menambahkan, “Jadi, orang-orang Wonogiri melihat Mangkunegoro ini seperti raja.”

Selain itu, Heri percaya bahwa kemerosotan reputasi Keraton Kasunanan Surakarta disebabkan oleh pemahaman yang salah tentang Gustu Bhre sebagai raja. Beberapa faktor yang dia anggap sebagai penyebab penurunan reputasi Keraton Solo termasuk banyaknya konflik internal, wilayah yang mengecil, dan kurangnya branding sebagai institusi tradisional.

Apa peran Mangkunegara dalam dunia kontemporer? Dari perspektif sejarah, Warto mengatakan bahwa status Mangkunegaran berubah setelah Indonesia menjadi negara merdeka pada 17 Agustus 1945.

Bergabung dengan Indonesia secara otomatis menghilangkan status kadipaten yang dimilikinya sejak 1757. Penguasa Mangkunegaran dengan gelar Mangkunegara tetap ada, tetapi peran mereka berubah menjadi penjaga budaya, tradisi, dan adat istiadat.

( redx )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/