Jakarta , Intra62.com . Menurut Menteri Pertanian Amran Sulaiman, tengkulak mendapat manfaat paling besar dari produksi beras petani. Proses distribusi dilakukan oleh tengkulak, yang juga dikenal sebagai middle man oleh Amran.
Dalam konferensi pers yang diadakan di kantornya di Jakarta Selatan pada hari Rabu, 4 Juni 2025, Amran mengatakan, “Produksi 21 miliar kilogram beras dikali harga selisih Rp 2 ribu, (mendapat) Rp 42 triliun. (Itu) yang didapatkan dari middlemen.”
Di sisi lain, meskipun petani adalah pemimpin utama dalam produksi beras Indonesia, pendapatan petani jauh di bawah dan bahkan jauh dari kesejahteraan.
Kita setengah mati dalam produksi dan membantu petani, jadi jangan main-main. Tahukah Anda uangnya berasal dari petani? Amran menyatakan bahwa satu keluarga mendapatkan hanya Rp 1 juta, Rp 1,5 juta per bulan dari petani.
Ia juga tertekan dengan kenyataan tersebut, terutama karena produksi petani telah meningkat sejak beberapa waktu lalu, mencapai titik tertinggi 4 juta ton beras.
Amran menyatakan, “Kerja banting tulang di lapangan selama 3 bulan 4 bulan bekerja keras, terus dipermainkan.”
Sebaliknya, harga beras saat ini tengah naik meskipun ada banyak stok. Amran menunjuk pasar beras Cipinang sebagai lokasi yang diduga menimbulkan kecurigaan. Menurut data yang tersedia, jumlah beras yang keluar pada 28 Mei 2025 mencapai 11.410 ribu, meskipun jumlah rata-rata beras yang keluar pada bulan tersebut hanya sekitar 2.000 ton per hari.
“Satgas (Pangan) telah selesai. Pasar Beras Cipinang mengatakan bahwa itu karena mereka salah menghitung. Apa? Korrektur? Ada banyak alasan, hanya satu pernyataan. Amran menyatakan bahwa mereka harus mengikuti pernyataan tersebut juga.
Baca juga : Beras Cadangan Nasional 4 juta ton , Prabowo Catat Sejarah
(Anisa-red)
