Jakarta, INTRA62.com – Pilpres 2024 berpotensi hanya diikuti dua kontestan, kemungkinan pada Pilpres 2024 hanya Ganjar Pranowo Vs Prabowo Subianto. Seperti dua kali pilpres sebelumnya hanya Jokowi dan Prabowo.
Lili Romli yang merupakan Peneliti BRIN, melihat pergerakan parpol-parpol sekarang ini kemungkinan hal tersebut terbuka. Terdapat kegamangan dipicu rendahnya elektabilitas ketum parpol.
“Seperti pada Pilpres 2019, bisa jadi dengan konsisi seperti itu nantinya hanya terdapat dua poros saja, Jakarta, Senin (10/7/23).
Dibaca dari penjajakan parpol-parpol, kemungkinan pada pilpres tahun 2024 hanya diikuti oleh Ganjar dan Prabowo. Partai KIB, KIR maupun Koalisi Perubahan untuk persatuan tak akan mampu mendapatkan amunisi tambahan.
PKB saat ini dengan Golkar sudah aktif cawe-cawe maupun PDIP. Sementara, Gerindra dan PKB yang tergabung dalam KIR hingga saat ini belum mendeklarasikan capres secara resmi.
Secara de facto KIB sudah ditinggal PPP yang sudah bergabung bersama PDIP untuk mendukung Ganjar Pranowo. Sedangkan Golkar dan PAN tengah mencari tempat berlabuh.
KPP mengalami penurunan elektabilita. PKS, Nasdem, dan Demokrat membutuhkan sosok cawapres yang dapat diterima secara internal serta mampu merperkuat elektabilitas Anies. Rumor, Demokrat sempat membuka komunikasi dengan PDIP.
Baca juga :
- Anis buka suara ‘ Behind the scene ” bakal cawapres
- Suhu politik naik , B wadja SH Sekjend DPP AWDI serukan Stop saling bully kepada Bakal Capres
Manuver PDIP juga aktif membuka komunikasi dengan partai-partai lain dari kerja sama pengusung Ganjar Pranowo turut menentukan. PDIP aktif berkomunikasi dengan Demokra bahkan PKB. Jika seandainya PKB, PAN, dan Golkar bergabung dengan PDIP, menyisakan Prabowo menjadi salah satu kandidat terkuat. Sementara melihat rendahnya tren elektabilis Anies kemungkinan berpotensi ditinggal anggota KPP.
Apabila pilpres kembali hanya diikuti dua pasangan calon saja, ia sangat menyayangkan hal tersebut. Sebab, seharusnya saat ini parpol harus lebih percaya diri mengusung ketum untuk menjadi pasangan capres-cawapres sampai dapat tiga atau empat kontestan.
“Sesungguhnya, melihat PDIP dengan PPP, PKB dengan Gerindra, Nasdem dengan PKS dan Demokrat, serta Golkar dengan PAN, mestinya bisa tiga atau empat pasangan,” katanya. (red)
