Jakarta, ntra62.com – Pemerintah Indonesia mengutuk keras serangan teror yang terjadi pekan lalu terhadap sebuah gereja Ortodoks di Karak, Yordania. Mereka juga menyatakan solidaritas dengan raja dan rakyat Yordania di tengah tragedi tragis tersebut.
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI mengumumkan melalui media sosial di Jakarta, Senin, bahwa “Indonesia mengecam keras serangan bersenjata brutal yang terjadi di Gereja Ortodoks Yunani Santo Georgius, Provinsi Karak, Yordania, pada 23 Oktober 2026, yang mengakibatkan banyak korban jiwa dan luka-luka.”
Pemerintah dan rakyat Indonesia menyampaikan belasungkawa dan simpati yang mendalam kepada keluarga korban yang ditinggalkan. Mereka juga mendoakan agar semua korban yang cedera dalam tragedi tersebut segera pulih.
Dalam menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh serangan teror, Indonesia menyampaikan dukungan penuhnya kepada Raja Abdullah II, pemerintah, dan rakyat Yordania.
Indonesia juga menyatakan dukungan penuh terhadap segala upaya dan tindakan tegas yang diambil oleh pemerintah Yordania untuk menjaga stabilitas dan memerangi teroris.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu RI) melalui KBRI Amman terus memantau perkembangan situasi secara saksama dan berkoordinasi dengan otoritas setempat terkait peristiwa yang terjadi di Karak.
Di acara pemakaman di Gereja Ortodoks Yunani di desa Hamoud di kegubernuran Karak, Yordania selatan, terjadi serangan teror yang menewaskan delapan orang dan melukai 27 lainnya.
(Red).
