Jakarta, Intra62.com – Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa seleksi Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menunjukkan bahwa sistem meritokrasi berfungsi dan memberikan kesempatan yang sama kepada putra-putri terbaik bangsa tanpa membedakan latar belakang ekonomi atau sosial mereka.
Prabowo mengatakan saat menghadiri pelantikan Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII Tahun 2026 di Kampus IPDN Jatinangor, Jawa Barat, Rabu, dia melihat bahwa para pamong praja muda berasal dari berbagai latar belakang.
Sebelum naik ke podium, saya mendengar bahwa semua Pamong Praja Muda berasal dari latar belakang yang sangat beragam, banyak di antaranya berasal dari keluarga sederhana. Dia berkata, “Ada yang anak buruh, ada yang anak petani, dan ada yang anak bintara.”
Presiden menyatakan bahwa keragaman menunjukkan bahwa proses seleksi IPDN dapat memilih putra-putri terbaik bangsa tanpa membedakan kelas sosial atau ekonomi.
Dia menyatakan, “Kita menginginkan seleksi yang benar-benar menghasilkan putra-putri terbaik bangsa. Siapa pun, termasuk anak buruh, dapat lulus menjadi Pamong Praja Muda dan suatu saat bisa menjadi pemimpin bangsa.”
Menurut Prabowo, sistem meritokrasi menunjukkan bahwa setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi dan mencurahkan waktu dan upaya mereka untuk bangsa.
Dia mengatakan, “Ini membuktikan keberhasilan NKRI dan bahwa Pancasila benar-benar memberi kesempatan kepada mereka yang berprestasi melalui sistem meritokrasi. Hal ini membanggakan bagi saya.”
Berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri tentang Pelantikan Lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri sebagai Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII Tahun 2026, pemerintah melantik 1.204 Pamong Praja Muda.
Aji Bayu Ramadhan dari Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan di Fakultas Manajemen Pemerintahan Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah lulusan terbaik IPDN Angkatan XXXIII.
Ia dilahirkan dari pasangan Winoto Hadi, seorang pekerja konstruksi, dan Wahyuniarti, seorang ibu rumah tangga.
Baca Juga : Kementerian Keuangan Mengusulkan Peningkatan Anggaran Rp334 T Pada Tahun 2027.
( Red )
