Jakarta, Intra62.com – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk/PGN menyambut HUT ke-61 dengan memperkuat komitmennya untuk menerapkan Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui salah satu CSR, yang mengubah program pengelolaan sampah plastik menjadi produk bernilai tambah.
Ini adalah upaya untuk mendorong pengelolaan sampah di tempat kerja secara mandiri, yang dapat memberikan manfaat lingkungan dan menciptakan nilai bagi masyarakat.
Di Jakarta, Selasa, Fajriyah Usman, sekretaris perusahaan PGN, menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pengelolaan lingkungan dan merupakan bagian dari upaya untuk membangun budaya keberlanjutan di seluruh perusahaan.
Untuk menerapkannya, PGN membuat sistem pengelolaan sampah plastik yang terintegrasi, mulai dari pemilahan yang dilakukan oleh seluruh karyawan PGN, pengumpulan dan pengelolaan bersama dengan Pusat Pengolahan Sampah Kertabumi, dan pengolahan akhir yang dilakukan bersama dengan Bank Sampah Al-Bustaniyah.
Kami bertujuan untuk membangun ekosistem kerja yang lebih bertanggung jawab, meningkatkan kesadaran ESG di dalam perusahaan, dan mengubah limbah menjadi sumber daya yang bermanfaat melalui kolaborasi lintas fungsi dan penerapan prinsip ekonomi sirkular.
Fajriyah menyatakan bahwa program ini juga merupakan bukti komitmen PGN untuk memberikan dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan.
PGN juga mendapatkan dukungan dari Kompas, National Geographic (NatGeo) Indonesia, dan Kertabumi Recycling Centre untuk meningkatkan kampanye kesadaran lingkungan dan mendorong penerapan ekonomi sirkular di masyarakat. Ini semua dilakukan untuk mendukung pelaksanaan program PGN.
“Kami berharap melalui inisiatif ini kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan dapat meningkat, sehingga mampu mendorong masyarakat untuk lebih bijak mengelola sampah plastik.”
Perwakilan Kertabumi Recycling Centre Ikbal Alexander menjelaskan bahwa timbulan sampah yang tidak terkelola mencapai 109 ton per hari, atau sekitar 75 persen dari total timbulan sampah.
Dia mengatakan bahwa ini menyebabkan banyak masalah lingkungan, seperti pencemaran, peningkatan emisi gas rumah kaca, dan risiko kerusakan ekosistem akibat penumpukan sampah plastik. Karena hal ini, diperlukan kerja sama dan tindakan nyata untuk membangun pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Ikbal menyatakan bahwa masalah sampah tidak dapat diselesaikan secara mandiri. Dibutuhkan kerja sama antara bisnis, komunitas, dan masyarakat untuk membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab serta mendorong penerapan ekonomi sirkular yang memberikan dampak nyata bagi lingkungan.
Menurutnya, metode PGN yang melibatkan pendidikan, pemilahan, pengumpulan, dan pengolahan sampah menjadi produk bernilai guna adalah tindakan yang baik yang tidak hanya berdampak pada lingkungan bisnis tetapi juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah secara bertanggung jawab.
Ikbal menyatakan bahwa program-program seperti ini sangat penting untuk membantu mengurangi jumlah sampah plastik dan mendorong penerapan ekonomi sirkular yang berkelanjutan melalui pengelolaan limbah yang lebih bertanggung jawab dan bernilai guna.
Di sisi lain, Ade Sulaeman, editor National Geographic Indonesia, mengatakan bahwa masalah sampah plastik sekarang tidak hanya mencemari lingkungan tetapi juga membahayakan kesehatan manusia. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa partikel mikroplastik dan nanoplastik bahkan ditemukan di air hujan, udara, dan aliran darah manusia.
Ade menegaskan, “Kondisi ini menunjukkan dampak sampah plastik yang semakin meluas dan tidak terlihat secara langsung, sehingga diperlukan kesadaran yang lebih tinggi dan perubahan perilaku masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.”
Ade berpendapat bahwa upaya pengurangan sampah plastik dapat dilakukan secara lebih efisien melalui kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, edukasi yang konsisten dan keterlibatan berbagai pihak sangat penting untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap dampak sampah plastik bagi lingkungan dan kesehatan manusia.
Baca Juga : Kasus Korupsi Gas, Mantan Dirut PGN Didakwa Menerima Rp5,09 Miliar.
Baca Juga : Sidang Perdana Mantan Dirut PGN Hendi, yang Sebelumnya Ditunda, Akan Berlangsung Hari Ini.
(Red).
