Jakarta, 6 April 2026, Intra62.com – Mulai 9 Mei 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi rubah nama layanan KA Argo Bromo Anggrek menjadi KA Anggrek. Perubahan nama ini diumumkan beberapa hari setelah tabrakan fatal antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di wilayah Bekasi Timur, Jawa Barat.
Dalam pengumuman yang dikirim melalui akun layanan pelanggan KAI @kai121_, KAI menyatakan bahwa perubahan identitas kereta api tidak berarti menghapus sejarah panjang layanan kereta eksekutif.
Dalam unggahan resminya, KAI menyatakan, “Mulai 9 Mei 2026, KA Argo Bromo Anggrek hadir dengan identitas baru resmi rubah menjadi KA Anggrek.” detikJateng melaporkan ini.
KAI menjelaskan bahwa penyederhanaan nama dilakukan untuk meningkatkan identitas layanan dan mematangkan warisan yang telah ada selama bertahun-tahun di masyarakat.
Ketum DPP AWDI Balham Wadja SH disela persiapan Seminar HKI di Yogjakarta mengungkapkan ” KAI mengubah nama Agro Bromo Anggrek boleh saja tapi bukan berarti kemampuan sistem pengamanan jalur kereta tetap sama tidak mengubah lebih baik dan canggih”.

” Sistem pengamanan pelintasan harusnya sudah canggih ” Tegas Wadja panggilan akrabnya Ketum DPP AWDI.
Salah satu layanan kereta eksekutif legendaris milik KAI adalah KA Argo Bromo Anggrek, yang pertama kali beroperasi pada 24 September 1997 dan dianggap sebagai salah satu kereta api terbaik di jalur utara Pulau Jawa.
Menurut perusahaan, KAI menjelaskan alasan di balik penggunaan nama “Anggrek”. Menurut perusahaan, bunga anggrek melambangkan keteguhan, keanggunan, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan berbagai lingkungan.
Anggrek tidak menunggu tanah yang ideal untuk berkembang biak. Ia menemukan cara untuk bertahan hidup. Berkonsentrasi tanpa mengambil alih Dekat tetapi tidak merusak Tidak terlalu lembut, tetapi tidak rapuh. Dalam keterangannya, KAI menyatakan, “Tenang, tapi tidak lemah.”
Seperti yang dinyatakan oleh KAI, “Setiap penumpang yang memiliki tiket KA Argo Bromo Anggrek, tiket tetap dapat dipergunakan pada KA Anggrek sesuai jadwal dan kelas pelayanan yang dipilih.”
KAI menyatakan bahwa penumpang yang telah memesan tiket KA Argo Bromo Anggrek sebelumnya tidak akan terpengaruh oleh perubahan nama tersebut. Seluruh tiket KA Argo Bromo Anggrek tetap dapat digunakan untuk perjalanan KA Anggrek sesuai jadwal dan kelas pelayanan yang telah dipilih.
Orang-orang di komunitas kereta api memiliki berbagai pendapat tentang perubahan nama ini. Sebagian melihatnya sebagai upaya rebranding setelah kecelakaan, sementara yang lain berharap identitas baru akan menunjukkan peningkatan layanan dan keselamatan perjalanan kereta api nasional.
Di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026 malam, KA Argo Bromo Anggrek bertabrakan dengan rangkaian KRL Commuter Line. Salah satu kecelakaan kereta terbesar di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menimbulkan korban jiwa dan puluhan luka-luka.
Baca Juga : Jumlah Orang Tewas Dalam Kecelakaan KRL di Bekasi Timur Meningkat Menjadi 16 Orang.
Nama “Argo Bromo” berasal dari Gunung Bromo di Jawa Timur, dan tambahan “Anggrek” digunakan untuk membedakan layanan Argo Bromo dari generasi sebelumnya. Kereta ini telah mengalami beberapa kecelakaan dalam operasinya, termasuk kecelakaan besar pada tahun 2010 dan tabrakan di Bekasi Timur pada April 2026.
(Red).
