Jakarta, Intra62.com –
Untuk mempercepat pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, upaya kolektif antardaerah terus berlanjut.
Menurut Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Provinsi Sumatera Utara dan Sumatera Barat telah memberikan Rp287 kepada Aceh melalui mekanisme hibah antardaerah yang berasal dari pengembalian Transfer ke Daerah (TKD) untuk membantu pemulihan Aceh.
Kamis, Satgas PRR mengumumkan bahwa delapan pemerintah daerah di Sumatera Utara telah memberikan hibah untuk membantu pemulihan daerah terdampak di Aceh. Delapan pemerintah daerah di Sumatera Barat juga melakukan hal yang sama.
Pemerintah daerah Sumatera Barat memberikan hibah sebesar Rp27 miliar, yang berasal dari berbagai daerah. Ini termasuk hibah Kota Padang sebesar Rp5 miliar, Kota Payakumbuh dan Kota Padang Panjang masing-masing sebesar Rp3 miliar, dan hibah dari beberapa kabupaten dan kota lainnya sebesar Rp1 miliar hingga Rp2 miliar.
Sebelumnya, hibah antardaerah dari Sumatera Utara mencapai total Rp260 miliar.
Oleh karena itu, kedua provinsi tersebut berhasil mengumpulkan hibah sebesar Rp287 miliar, yang akan diberikan secara langsung kepada wilayah Aceh yang masih terkena dampak besar dari bencana hidrometeorologi.
Menurut Muhammad Tito Karnavian, Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, metode hibah antardaerah membantu mempercepat pemulihan daerah yang terdampak.
Sehingga bantuan ini dapat dirasakan secara langsung, kami hanya menghubungkan hibah antardaerah. Dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi yang diadakan akhir pekan lalu di Palembang, Sumatera Selatan, Tito menyatakan bahwa mekanisme yang kami awasi diawasi dari rekening ke rekening agar tepat sasaran dan cepat dimanfaatkan oleh daerah yang membutuhkan.
Ia menyatakan bahwa pemerintah pusat sebelumnya mengalokasikan dan mengembalikan TKD sebesar Rp10,6 triliun untuk membantu pemulihan di tiga provinsi yang terkena dampak. Untuk membantu daerah yang mengalami pemulihan yang lebih sulit, skema ini memberikan ruang fiskal untuk mereka.
Tito menyatakan bahwa, karena sejumlah wilayah di Aceh masih menghadapi tantangan dalam pemulihan, termasuk kemungkinan bencana susulan seperti banjir dan longsor, sebuah langkah strategis untuk mempercepat intervensi melalui dukungan lintas daerah. Ini dilakukan untuk memastikan pemulihan berjalan merata dan berkelanjutan.
Menurutnya, bantuan yang diberikan oleh dua provinsi ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan Aceh. Ini adalah contoh solidaritas dan gotong royong antardaerah dalam menghadapi bencana.
Satuan PRR memastikan bahwa seluruh proses pembagian hibah diawasi secara ketat, baik dari sisi administrasi maupun implementasi di lapangan, untuk menjamin pemanfaatan anggaran yang efektif dan akuntabel.
Melalui kerja sama ini, pemerintah berharap pemulihan wilayah Aceh yang terdampak dapat dimulai lebih cepat dan meningkatkan ketahanan daerah untuk menghadapi bencana di masa depan.
Baca Juga : BMKG: Waspadai Gelombang Tinggi di Perairan Sumut Hingga 26 April.
Baca Juga : Dewan Bulog memastikan ketersediaan beras SPHP di Sumut hingga Lebaran
(Red).
