• Tue. Apr 28th, 2026

Korban Tabrakan BRL di Bekasi Diselamatkan oleh Basarnas Dalam 12 jam.

ByBunga Lestari

Apr 28, 2026

Jakarta, Intra62.com –

Dalam waktu kurang dari 12 jam, Basarnas menyelesaikan penyelamatan dan evakuasi korban tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat.

Di Jakarta, Selasa, Kepala Basarnas Mohammad Syafii menyatakan, “Seluruh potensi SAR telah menyelesaikan operasi SAR dengan penanganan khusus kurang dari 12 jam. Seluruh tim SAR sudah kami kembalikan ke unit masing-masing.”

Dia mengumumkan bahwa operasi SAR, yang dimulai Senin (27/4) malam pukul 20.55 WIB, secara resmi berakhir pada Selasa pukul 08.00 WIB.

Petugas tim SAR gabungan di lapangan melakukan tindakan secara terukur, terutama saat mengevakuasi lima korban yang terjepit material besi dalam kondisi hidup. Demi keselamatan korban, keputusan dibuat untuk tidak menarik lokomotif atau gerbong secara langsung.

Saat ini, lima korban masih dalam kondisi terjepit dan kami perlu melakukan ekstrikasi untuk memastikan bahwa mereka selamat tanpa luka yang lebih parah. Dia menyatakan bahwa itulah sebabnya lokomotif tidak langsung ditarik bersamaan dengan gerbong.

 

Syafii mengkonfirmasi identitas semua korban perempuan yang dievakuasi dari titik jepitan material di gerbong khusus tersebut. Setiap korban, baik yang selamat maupun yang meninggal dunia, telah diserahkan kepada tim medis untuk dibawa ke rumah sakit yang telah ditetapkan.

Basarnas menyadari bahwa tingkat kesulitan operasi kali ini sangat tinggi karena lokomotif masuk jauh ke dalam gerbong KRL karena benturan keras. Petugas harus bekerja dengan berbagai peralatan, termasuk peralatan manual, elektrik, dan sistem hidrolik yang sesuai dengan standar internasional.

Menurutnya, masalah utama yang dihadapi adalah kondisi material terikat. Namun, dengan peralatan yang kami miliki, operasi SAR ini dapat dilakukan dengan lancar.

Meskipun evakuasi penumpang telah dinyatakan selesai, Basarnas tetap menerapkan prosedur ketat selama proses pembersihan bangkai kereta.

 

Syafii memastikan bahwa tidak ada korban yang tersisa. Namun, jika ditemukan bagian tubuh sekecil apa pun selama proses pembersihan, kami akan bertindak sesuai prosedur yang berlaku.

Ini adalah peristiwa tragis di mana KA Argo Bromo Anggrek rute Gambir – Surabaya Pasar Turi bertabrakan dengan rangkaian KRL di Stasiun Bekasi Timur (BKST) pada Senin malam pukul 20.55 WIB. Akibatnya, gerbong wanita KRL mengalami kerusakan parah.

Sampai Selasa siang ini, ada 15 korban meninggal dunia yang dilaporkan oleh Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan, “Sekitar 10 jenazah dievakuasi di RS Polri, 3 jenazah di RSUD Bekasi, satu jenazah di RSU Bella, dan satu jenazah di RS Mitra Keluarga.”

Ada 76 korban luka-luka, tetapi Budi tidak menjelaskan jenis luka mereka.

Untuk saat ini, tujuh keluarga yang menjadi korban kecelakaan KRL di Bekasi Timur telah melapor ke posko identifikasi korban bencana (DVI) di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Baca Juga : Pencarian Korban Kapal Tenggelam di Perairan Halsel Dihentikan oleh Basarnas.

Baca Juga : Basarnas: Temuan Total Korban Pesawat ATR Adalah 10 Paket.

(Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/