Jakarta, Intra62.com –
Menurut Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Edukasi dan Lingkungan (TPST-BLE) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, meningkatkan komitmen daerah untuk mengembangkan pengelolaan sampah berbasis ekonomi.
Saat ditemui pada Selasa siang saat mendampingi kunjungan kerja Presiden Prabowo di TPST-BLE Desa Wlahar Wetan, Kecamatan Kalibagor, Banyumas, dia menyatakan bahwa dia diminta untuk memenuhi janji untuk menjadikan Banyumas bebas sampah pada tahun 2028.
Dia ingin apa yang saya janjikan untuk terjadi. Beliau menyatakan bahwa “kamu benar janji ya tahun 2028 (bebas dari sampah), saya jamin”.
Dia menyatakan bahwa Presiden Prabowo memperhatikan tujuan Banyumas untuk mewujudkan konsep “zero waste to money” (bebas dari sampah menjadi uang) pada tahun 2028 dengan dukungan untuk pembangunan infrastruktur pengolahan sampah.
Untuk mencapai tujuan tersebut, perusahaan telah mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk membangun lebih dari lima belas tempat pengolahan sampah terpadu (TPST).
“Beliau minta yang saya janjikan. Saya bilang, saya janji, asalkan saya dapat bantuan 15 TPST,” katanya.
Ia menyatakan bahwa pembangunan 15 TPST akan membutuhkan dana sekitar Rp111 miliar dan akan tersebar di berbagai kecamatan di Banyumas.
Presiden juga menunjukkan bahwa kondisi TPST-BLE yang dinilai tidak menimbulkan bau menyengat, menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan cara yang ramah lingkungan.
“Dia sempat berbicara, tidak bau. Cuma debu mungkin ya,” katanya.
Selain itu, ia menyatakan bahwa ide pengelolaan sampah di Banyumas tidak hanya berfokus pada energi, tetapi juga pada nilai ekonomi—atau limbah menjadi uang—melalui transformasi limbah menjadi produk yang dapat dijual.
Ia mencontohkan penggunaan limbah plastik untuk membuat paving, palet lantai, dan produk rumah tangga lainnya.
“Saya akan memilih untuk membuat palet lantai dari limbah plastik, karena yang baru itu tidak hanya memproduksi RDF. Dia menyatakan bahwa mereka telah berbicara dengan pihak di Ipoh, Malaysia, yang bersedia membeli produk tersebut.
Selain itu, mereka membuat produk lain, seperti selongsong pena yang dibuat dari plastik daur ulang, yang lebih murah daripada produk yang tersedia di pasar.
Dia mengatakan bahwa inovasi juga dapat meningkatkan PAD, terutama jika dibuat dalam skala besar dan memenuhi permintaan dari berbagai wilayah.
Dia mengakui bahwa beberapa wilayah, bahkan dari luar negeri, seperti Malaysia dan Jepang, telah menunjukkan keinginan untuk mengadopsi model pengelolaan sampah Banyumas, tetapi penerapan harus disesuaikan dengan keadaan lokal.
Sadewo berharap kunjungan Presiden akan mendorong pemerintah pusat untuk membangun infrastruktur pengelolaan sampah di Banyumas segera, sehingga target yang telah ditetapkan dapat tercapai.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) TPST-BLE Banyumas Edy Nugroho menjelaskan kepada Presiden Prabowo tentang cara mengelola sampah hingga produk yang dibuat.
Presiden mengenakan masker sebelum meninjau hanggar sampah, tetapi tidak lama kemudian masker tersebut dilepas.
Di depan hanggar, Presiden juga terlihat berbicara dengan gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono.
Presiden Prabowo didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, dan Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq selama kunjungan kerja tersebut.
Baca Juga : Mentan Berkolaborasi Dengan 170 Bupati untuk Meningkatkan Sektor Perkebunan Nasional.
Baca Juga : Bupati Cilacap kena OTT oleh KPK, diduga free proyek
(Red).
