Jakarta, Intra62.com –
Menurut Wakil Menteri Keuangan Juda Agung, penghentian penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada hari Sabtu dapat menghemat sekitar Rp1 triliun dalam satu hari.
Juda mengatakan bahwa tindakan ini merupakan bagian dari refocusing atau penajaman belanja pemerintah untuk memastikan bahwa program prioritas dilaksanakan dengan lebih baik dan lebih efisien.
MBG, misalnya, tidak lagi memberikan makan siang gratis pada hari Sabtu. Pada sesi Policy Dialogue pada acara Kick Off Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) di Jakarta, Senin, Juda menyatakan bahwa “satu hari itu bisa ngirit satu triliun.”
Ia menyatakan bahwa kebijakan tersebut dianggap lebih rasional karena siswa tidak perlu pergi ke sekolah hanya untuk mendapatkan makanan.
Dia menyatakan bahwa, jika dihitung selama empat pekan, penghematan bulanan dapat mencapai sekitar Rp4 triliun.
“Empat kali sebulan itu bisa mengirit atau menghemat Rp4 triliun. Setahun tentu saja kita bisa menghemat sekitar Rp50 triliun,” katanya.
Pemerintah juga menghapus penyaluran MBG selama liburan sekolah sebagai bagian dari penajaman program, selain hari Sabtu.
Juda menyatakan bahwa pemerintah tetap menjalankan program prioritas, tetapi dengan cara yang lebih tepat sasaran dan berkualitas.
“Ini adalah refocusing atau penajaman. Kami tetap melakukan program-program prioritas yang ada dengan lebih berkualitas dan lebih tajam,” katanya.
Selain itu, pemerintah melakukan penilaian terhadap satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang tidak memenuhi standar nutrisi.
Pemerintah akan bertindak tegas dengan menutup sementara SPPG yang tidak memenuhi standar tersebut.
Selain itu, Juda menyatakan bahwa penajaman belanja tersebut dilakukan untuk mengimbangi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tengah tekanan harga minyak global yang tinggi.
Ia menambahkan bahwa pemerintah melindungi daya beli rakyat dengan menahan kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi, meskipun itu berarti peningkatan subsidi.
Dengan demikian, pemerintah mengontrol belanja dan mengoptimalkan pendapatan, termasuk dengan menerapkan sistem perpajakan coretax dan mengantisipasi kenaikan harga komoditas seperti batu bara dan CPO.
Baca Juga : Wamenkeu: Defisit tetap, APBN siap Menghadapi Gejolak Global.
Baca Juga : Purbaya Menolak Keterlibatan Wamenkeu Suahasil Dalam Pemilihan Anggota DK OJK.
(Red).
