Jakarta, Intra62.com –
Muhamad Abdul Azis Sefudin, anggota Komisi VIII DPR, meminta pemerintah memperkuat mitigasi untuk menghadapi fenomena El Niño ekstrim, juga dikenal sebagai “El Niño Godzilla”, yang diperkirakan akan melanda Indonesia.
Kita tidak boleh mengulangi kesalahan yang sama. Kita harus siap ketika BMKG telah memberikan peringatan curah hujan tinggi dan ancaman ‘El Niño Godzilla’. Diungkapkan di Jakarta, Senin, mencegah jauh lebih efisien dan murah daripada mengobati atau menangani efek yang sudah terjadi.
Ia menekankan bahwa tindakan mitigasi harus dilakukan jauh sebelum bencana terjadi.
Ia mengingatkan Indonesia tentang bencana banjir di Sumatra, yang menyebabkan kerugian hingga ratusan miliar rupiah karena tindakan mitigasi yang tidak efektif.
Selain itu, dia menekankan tren kebencanaan nasional yang tercatat hampir 4.000 kasus per tahun.
Dia menegaskan bahwa Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) harus mulai beralih dari penanganan pasca-bencana ke peningkatan sosialisasi dan pencegahan.
Saat ini, lebih banyak sumber daya BNPB digunakan untuk penanganan. Kita harus mendorong kebijakan nasional yang dapat mengidentifikasi daerah yang rawan bencana sejak dini. Selain itu, longsor dan banjir bandang yang berdampak sistemik pada pembangunan nasional harus dihindari dengan memperketat pengawasan izin lahan dan hutan.
Ia juga memperhatikan kerentanan anak-anak saat bencana terjadi.
Ia menyatakan bahwa mayoritas korban dalam berbagai bencana adalah anak-anak karena mereka tidak tahu cara menyelamatkan diri.
Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah untuk memasukkan kurikulum yang berkaitan dengan kebencanaan ke dalam kurikulum sekolah.
Daya tahan fisik anak-anak tidak sama dengan orang dewasa. Saat terjadi tsunami atau gempa, mereka seringkali tidak tahu ke mana harus lari. Akibatnya, saya pribadi mendorong pemerintah untuk menerapkan kurikulum kebencanaan di sekolah seperti yang dilakukan di Jepang,” katanya.
Dia menyatakan bahwa anak-anak Indonesia akan memiliki naluri bertahan hidup yang kuat dengan adanya program pendidikan tersebut. Mereka akan memahami rute evakuasi dan tindakan darurat yang sesuai dengan karakteristik daerah pesisir dan pegunungan.
Sebelum ini, Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq meminta staf untuk memperhatikan enam provinsi yang berpotensi mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) karena fenomena “El Nino Godzilla”, yang dapat menyebabkan kekeringan yang berlangsung lama.
Enam provinsi—Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Jambi, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Selatan—memiliki jumlah lahan gambut yang signifikan. Oleh karena itu, rencana yang komprehensif dan khusus diperlukan untuk mengelola ekosistem gambut.
Baca Juga : Anggota DPR: “Rumah Sakit” di Indonesia Perlu Dievaluasi Secara Menyeluruh.
Baca Juga : Anggota DPR Menanggapi Masalah Pajak: Selat Malaka tidak Sama Dengan Terusan Suez.
(Red).
