Jakarta, Intra62.com. Presiden Prabowo Subianto mengecam keras tindakan kejam yang mengakibatkan kematian tiga anggota TNI . Saat menjalankan tugas sebagai pasukan perdamaian PBB di Lebanon.
“Kami, saudara-saudara sebangsa dan setanah air, mengecam keras setiap tindakan keji yang merusak perdamaian . Dan menyebabkan gugurnya para prajurit terbaik bangsa,” kata Prabowo dalam unggahan Sabtu (4/4) malam di akun Instagram resminya (@prabowo).
Presiden menyatakan rasa duka atas kematian tentara terbaik negara dalam menjalankan tugas mulia menjaga perdamaian global.
Dia menyatakan penolakan terhadap setiap tindakan yang mengganggu perdamaian dan mengancam nyawa anggota staf yang bertugas.
Presiden juga menyatakan bahwa negara akan hadir untuk menghormati jasa para prajurit. Juga menjaga kehormatan mereka, dan memastikan bahwa pengorbanan mereka diingat.
Prabowo juga meminta semua orang di negara ini untuk terus mempertahankan perdamaian dan mencegah usaha yang dapat merusak kerukunan dan kebersamaan.
Prabowo menyatakan, “Mari kita lanjutkan semangat dan tekad untuk menjaga perdamaian, serta tidak memberi ruang bagi siapa pun yang berusaha memecah belah kebersamaan dan kerukunan bangsa.”
Mayor Inf Zulmi Aditya Iskandar, Serka M. Nur Ichwan, dan Kopda Farizal Rhomadhon adalah tiga Anumerta yang meninggal dalam operasi tersebut.
Mereka adalah bagian dari pasukan perdamaian Indonesia yang bertugas di Lebanon di bawah bendera UNIFIL, atau Pasukan Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon.
Pemerintah telah memberikan kenaikan pangkat luar biasa kepada tiga prajurit yang gugur tersebut sebagai pengakuan atas jasa mereka.
Presiden Prabowo Subianto juga memberikan penghormatan terakhir kepada jenazah ketiga prajurit TNI itu sebelum upacara penghormatan militer dilakukan.
Tiga prajurit TNI
Ketika jenazah disemayaman di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Sabtu (4/4) petang. Presiden Prabowo Subianto bertakziah dan memberi penghormatan terakhir kepada tiga prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian bersama UNIFIL di Lebanon.
Tiga jenazah prajurit TNI dibaringkan dalam peti jenazah berbalut bendera Merah Putih selama prosesi persemayaman.
Foto diri masing-masing prajurit dengan latar belakang PBB, karangan bunga, prajurit yang bersiaga, dan perwakilan keluarga atau ahli waris duduk di depan peti jenazah, termasuk para istri dari tiga prajurit TNI yang meninggal.
Baca juga : TNI AL Mengantisipasi Kedatangan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi yang Lebih Cepat.
( Anisa-red)
