Jakarta, Intra62.com –
Di tengah kenaikan harga minyak global akibat konflik AS-Iran dan Israel-Israel, pemerintah belum berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi, kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Di Jakarta, Senin, Purbaya mengatakan kepada wartawan bahwa sampai saat ini belum ada kebijakan yang bertujuan untuk mengubah subsidi BBM, yang berarti menaikkan harga BBM.
Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Purbaya menyatakan bahwa pasokan minyak di dalam negeri masih aman.
Purbaya menyatakan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih dapat menahan dampak perubahan harga minyak global, yang berarti APBN masih memadai untuk menahan dampak ketidakpastian harga minyak, kata Menkeu.
Namun, dia akan memantau perkembangan dalam sebulan ke depan dan membuat keputusan ketika diperlukan.
“Sekarang belum saatnya mengambil keputusan, karena uangnya masih cukup.”
Bendahara negara juga berharap orang-orang tetap tenang dan percaya pada kebijakan pemerintah untuk mengatasi gejolak global. Selain itu, Indonesia memiliki sejarah lonjakan harga minyak sebelumnya.
Kami memeriksa kondisi dan memprediksi harga minyak setelah sebulan, sehingga kami dapat membuat kebijakan yang tepat. Percayalah, saya cukup cerdas. Tidak ada yang menghancurkan negaranya, bukan? Harga minyak telah melonjak beberapa kali. Karena apa? Karena kebijakannya sesuai, dia menyatakan.
Dalam kesempatan lain, Bahlil menegaskan bahwa pasokan bahan bakar minyak (BBM) masih dapat memenuhi kebutuhan orang selama puasa dan Idul Fitri. Dia juga menjamin bahwa harga Pertalite, BBM bersubsidi, tidak akan naik meskipun harga minyak dunia menembus 118 dolar AS per barel.
Menurut Sputnik, harga minyak mentah Brent mencapai 118 USD per barel untuk pertama kalinya sejak 17 Juni 2022.
Harga ini lebih tinggi daripada rata-rata harga minyak pada Januari 2026, ketika harga minyak jenis Brent (ICE) sebesar 64 USD per barel dan harga minyak AS WTI sebesar 57,87 USD per barel.
Baca Juga : Wamenkeu: Defisit tetap, APBN siap Menghadapi Gejolak Global.
Baca Juga : DPD Republik Indonesia Meminta Kemenkes Mempercepat Penugasan dokter-nakes di Papua Barat Daya.
(Red).
