Jakarta, Intra62.com –
Mitra Badan Gizi Nasional (BGN) di Sukabumi, Jawa Barat, menunjukkan dukungan mereka terhadap pendidikan dengan mengumpulkan dana untuk memperbaiki sekolah yang tidak berfungsi dengan baik.
Albertus Donny Dewantoro, Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, mengatakan bahwa mitra BGN telah mengambil inisiatif untuk berdonasi untuk pembangunan ruang kelas sekolah di wilayah tersebut. Donasi saat ini mencapai Rp80 juta.
Di Jakarta, Senin, Donny menyatakan dalam pernyataan resmi bahwa jumlah donasi dari mitra untuk pembangunan kelas di Sukabumi saat ini sudah mencapai Rp80 juta.
Ia mengatakan bahwa mitra sangat antusias untuk membantu membangun ruang kelas di sekolah tersebut. Beberapa mitra bahkan telah menyatakan bahwa mereka ingin menambahkan nilai donasi.
Menurutnya, awalnya terkumpul donasi sebesar Rp80 juta, tetapi mitra lain juga menyatakan keinginan untuk membantu sampai pembangunan sekolah selesai, dilengkapi dengan sarana dan prasarana.
Inisiatif donasi ini menunjukkan kepedulian mitra BGN terhadap program pemenuhan gizi masyarakat dan peningkatan sektor pendidikan di daerah.
Diharapkan bahwa dukungan dari mitra akan membantu mempercepat pembangunan ruang kelas yang layak untuk siswa di Sukabumi. Ini akan memungkinkan kegiatan belajar mengajar menjadi lebih nyaman dan berhasil.
Pemerintah sebelumnya menyatakan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan mengurangi anggaran pendidikan sebagai tanggapan atas tuduhan publik bahwa program tersebut menghabiskan banyak uang dari APBN untuk hal-hal seperti pendidikan dan kesehatan.
Pada Kamis (5/3), Hariqo Wibawa Satria, Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI, menjelaskan bahwa anggaran pendidikan di tahun 2026 akan mencapai Rp769,8 triliun. Ini termasuk alokasi sebesar Rp223,5 triliun untuk BGN untuk mengelola Program MBG.
Hariqo mengatakan, “Gizi adalah dasar dari belajar. Jadi, MBG ini bukan mengurangi pendidikan, melainkan memastikan anggaran pendidikan yang besar tidak sia-sia karena siswa siap untuk belajar.”
Baca Juga : KPK Mulai Mengidentifikasi Potensi Korupsi Setelah BGN Menerima Banyak Aduan Terkait Mark Up Anggaran MBG.
Baca Juga : BGN: Untuk evaluasi Program MBG, SPPG Dihentikan Sementara.
(Red).
