Jakarta, Intra62.com –
Dalam wawancaranya dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, Sugiono menegaskan kembali maksud Indonesia untuk membantu proses de-eskalasi dan melakukan diskusi damai terkait konflik yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Sugiono menyatakan dalam pernyataan yang dia buat di platform X pada hari Selasa (3/3) bahwa dia berbicara dengan Araghchi melalui telepon untuk membahas perkembangan situasi di Timur Tengah.
Terkait pembicaraannya dengan Menlu Iran, Menlu RI menyatakan, “Indonesia senantiasa siap memainkan peran konstruktif dalam mendorong perdamaian, termasuk mengungkapkan keinginan kami memfasilitasi dialog dan mediasi.”
Sugiono menyatakan bahwa peran konstruktif tersebut didorong oleh keinginan bersama untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan menghentikan jatuhnya korban jiwa rakyat yang tidak bersalah.
Ia menyampaikan desakan Indonesia kepada semua pihak untuk menahan diri dan segera menghentikan konflik.
Selain itu, ia menekankan bahwa semua pihak harus selalu mematuhi hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Dia juga menyatakan bahwa dialog dan diplomasi adalah satu-satunya cara yang layak untuk mencapai stabilitas kawasan.
Pada Sabtu, Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan gabungan ke Iran, termasuk ibu kota Teheran, yang merusak infrastruktur dan membunuh sejumlah orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.
Setelah itu, Iran mengambil tindakan militer dan menyerang Israel dan aset AS di Teluk dengan rudal dan drone.
Karena eskalasi konflik di Timur Tengah, Indonesia menyerukan penghentian segera permusuhan dan menyatakan kesiapan untuk membantu berbicara untuk menciptakan kembali stabilitas di wilayah tersebut.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia membuat pernyataan resmi di platform X pada hari Sabtu yang menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto bersedia bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi, asalkan kedua belah pihak mendapatkan kesepakatan.
(Red).
