Jakarta, Intra62.com – Saat acara Panen Raya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu, Presiden Prabowo Subianto menyatakan tekadnya untuk mencapai swasembada pangan tidak hanya selama satu atau dua tahun, tetapi dengan tujuan untuk mencapai swasembada setiap tahun.
Presiden Prabowo mengungkapkan keinginan untuk membuktikan bahwa Indonesia mampu mencapai swasembada pangan, terutama kepada mereka yang dia katakan “nyinyir”.
Hari ini menyenangkan bagi saya. Saya bahagia dan senang, dan saya melihat tadi dengan optimisme dan keyakinan. Saat berpidato di hadapan para petani, komunitas pertanian, dan sejumlah pejabat negara pada acara Panen Raya di Karawang, Rabu siang, Presiden Prabowo menyatakan, “Kalau banyak tokoh nyinyir mengatakan kita tidak bisa swasembada pangan, hari ini kita buktikan kita swasembada pangan.”
Sekarang, setelah kita mencapai swasembada pangan, saya mendengar lagi: Ya, mungkin hanya selama 1-2 tahun. Walau bagaimanapun, kita terus membuktikan kemandirian kita setiap tahun! Presiden Prabowo menyatakan bahwa kita harus mencapai swasembada bawang putih, selain beras, jagung, dan singkong.
Presiden kemudian melanjutkan pemerintahannya yang berkomitmen untuk menghasilkan ikan, hewan ternak, dan sumber protein lainnya.
Kita akan membuka ribuan kota nelayan dan ratusan peternakan ikan. Anak-anak kita memerlukan asupan protein yang cukup. Presiden, yang disambut riuh tepuk tangan para petani, berkata, “Dia harus tumbuh kuat, tumbuh pintar, dan tumbuh menjadi masa depan Indonesia yang hebat.”
Presiden Prabowo mengumumkan bahwa Indonesia akan mencapai swasembada beras secara resmi pada tahun 2025 saat berpidato di acara panen raya. Setelah pengumuman, acara menumbuk gabah kering di dalam lesung dengan alu dilakukan. Presiden, bersama dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, adalah perwakilan petani.
Presiden kemudian tampak mendapatkan kekuatan dalam sambutannya saat mengumumkan swasembada.
(Red).
