Jakarta, Intra62.com – Suhu yang lebih dingin dapat memberikan tekanan pada jantung, yang membuat berjalan kaki cuaca dingin tidak aman untuk jantung.
Dr. Tapan Ghose, Direktur Senior dan Kepala Departemen Kardiologi Rumah Sakit Fortis Vasant Kunj, mengatakan bahwa jalan-jalan di pagi hari selama musim dingin atau berjalan kaki cuaca dingin meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke karena pembuluh darah menyempit dan tekanan darah meningkat, menurut artikel Minggu Hindustan Times.
Ghose mengatakan bahwa suhu dingin menyempit pembuluh darah, yang dapat meningkatkan tekanan darah dan membuat jantung bekerja lebih keras. Efek ini terutama terasa di pagi hari ketika suhu tubuh lebih rendah dan suhu lingkungan lebih rendah.
Dr. Ghose juga mengatakan bahwa beberapa orang lebih rentan terhadap tekanan jantung, terutama mereka yang memiliki hipertensi yang tidak terkontrol, penyakit jantung, atau riwayat stroke. Tekanan ini dapat menyebabkan masalah kesehatan yang merugikan bagi mereka.
Ghose mengatakan bahwa perubahan tiba-tiba dalam detak jantung dan tekanan darah disebabkan oleh pergeseran suhu dari tempat yang hangat di dalam ke tempat yang lebih dingin di luar.
Dokter jantung itu juga memperingatkan bahwa jam-jam pagi memiliki polusi dan kepadatan oksigen yang lebih rendah, yang dapat meningkatkan tekanan pada jantung.
Rasa tidak nyaman di dada, sesak napas yang tidak biasa, pusing, dan jantung berdebar adalah beberapa tanda bahwa Anda harus berhenti melakukan aktivitas atau olahraga di luar ruangan saat cuaca dingin.
Ghose menyarankan bahwa, untuk menikmati jalan-jalan pagi di musim dingin dengan aman, pertimbangkan untuk melakukan pemanasan bertahap di dalam ruangan sebelum keluar, kenakan pakaian berlapis untuk menjaga suhu tubuh, dan hindari keluar rumah terlalu pagi ketika suhu rendah.
Berjalan kaki di pertengahan pagi jauh lebih aman, menurut dokter jantung, karena memberikan keseimbangan antara udara segar dan suhu yang lebih sejuk.
(Red).
