Jakarta, Intra62.com – Arif Satria, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), mengatakan bahwa untuk mengatasi kekurangan peneliti di Indonesia, mereka akan membuka peluang untuk formasi periset pada ujian seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026.
Di Sidang Terbuka Majelis Pengukuhan Profesor Riset BRIN di Jakarta, Selasa, Arif Satria menyatakan, “Ya, kita akan berjuang ke Kementerian PANRB (Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi) agar bisa menambah jumlah periset, khususnya untuk bidang-bidang yang kita perlukan.”
Arif menyatakan bahwa jumlah periset di Indonesia saat ini masih kekurangan peneliti lebih 300 orang per satu juta penduduk, sementara di negara-negara maju, jumlahnya mencapai hingga 4.000 orang per satu juta penduduk.
Ia menyebutkan beberapa bidang yang harus diprioritaskan, seperti pemuliaan tanaman, nanoteknologi, genomics, sains material, antariksa, dan teknologi keberlanjutan.
Arif juga mengatakan bahwa ahli bidang sosial diperlukan di berbagai industri, karena menurutnya keilmuan pangan tidak mungkin dilakukan tanpa membahas ekonomi pertanian dan sosiologi pedesaan.
Arif Satria berkata, “Saya kira seluruh aspek ini penting, namun yang paling penting adalah dia terhubung ke sektor mana. Jadi bisa saja pangan, tapi orang satelit, orang material science. Untuk bisa menghasilkan alat pertanian yang kuat, yang bagus, kan butuh ahli material science, butuh ahli engineering.”
Arif juga menekankan bahwa kolaborasi lintas bidang sangat penting untuk penelitian agar riset dapat semakin bermanfaat dan menjawab masalah masyarakat.
Dia menambahkan bahwa Indonesia membutuhkan banyak peneliti untuk mencapai misi BRIN untuk membangun kultur riset dan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.
Kepala BRIN Arif Satria menyatakan bahwa, “Jadi kita mau tidak mau, talent spotting untuk peneliti tangguh ini harus benar-benar kita perkuat. Dan karena itu, ekosistem riset ini harus kita jaga, membuat orang nyaman dan membuat orang tertarik untuk menjadi peneliti atau menjadi periset.”
Baca Juga : Lima Profesor Riset Baru Di Bidang Logam dan Satelit Diakui Oleh BRIN.
(Red).
