Jakarta, Intra62.com – Dilaporkan bahwa perusahaan teknologi Meta memperkirakan bahwa iklan palsu atau scam di aplikasinya menyumbang sepuluh persen pendapatan tahunannya.
Menurut laporan Reuters yang dikutip oleh TechCrunch pada hari Kamis (6/11), Meta memperkirakan bahwa iklan palsu di aplikasinya akan menyumbang 10 persen pendapatan tahunannya, atau 16 miliar dolar AS, pada tahun 2024.
Perusahaan teknologi Meta mengatakan bahwa iklan palsu atau penipuan di aplikasinya menyumbang sepuluh persen pendapatannya setiap tahun.
Meta memperkirakan bahwa pada tahun 2024, iklan palsu di aplikasinya akan menyumbang 10 persen pendapatan tahunannya, atau 16 miliar dolar AS, menurut laporan Reuters yang dikutip oleh TechCrunch.
Meskipun Meta sudah memiliki sistem yang dapat mengidentifikasi kemungkinan bahwa iklan tertentu adalah penipuan, akun pengiklan hanya akan dionaktifkan jika 95% pelanggan yakin bahwa pengiklan tersebut memang melakukan penipuan.
Jika tidak, maka Meta akan mengenakan biaya lebih besar kepada pengiklan yang dianggap melakukan kecurangan untuk mencegah mereka membeli iklan tambahan.
Namun, Meta akan dirugikan jika pengiklan tetap membayar biaya iklan yang lebih mahal.
Andy Stone, Juru Bicara Meta, menyatakan bahwa dokumen yang diakses oleh Reuters “menyajikan pandangan selektif yang mendistorsi pendekatan Meta terhadap penipuan dan scam”, menurut laporan Reuters.
Stone mengatakan bahwa Meta telah menghapus lebih dari 134 juta iklan penipuan dari platformnya dan mengurangi laporan pengguna tentang iklan penipuan hingga 58% dalam dua belas bulan terakhir.
Baca Juga :2.689 KK Kandidat Penerima BLTS Di Coret Oleh Dinsos Mataram.
( Red ).
