Jakarta, Intra62.com – Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva menyebut perayaan ulang tahun bersama dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan sebagai perayaan ulang tahun terbaiknya seumur hidup.
Istana Kepresidenan, pada Kamis (23/10) malam, telah menyiapkan perayaan untuk memeriahkan ulang tahun ke-74 Presiden Prabowo pada 17 Oktober, sekaligus menyambut ulang tahun ke-80 Presiden Lula pada 27 Oktober.
Presiden Lula, dalam konferensi pers yang diadakan saat kunjungannya ke Sekretariat ASEAN di Jakarta, Jumat, menyatakan, “Saya bisa katakan bahwa saya benar-benar terkejut dengan pesta ulang tahun terbaik yang pernah saya alami dalam hidup saya 80 tahun yang lalu—pesta yang diadakan lebih awal—saya tidak menyangka akan menjadi pesta seindah itu.”
Selain itu, Presiden Lula menyatakan bahwa perayaan ulang tahun berlangsung dengan cara yang luar biasa.
Baca Juga : Keluarga Besar AWDI mengucapakan Dirgahayu Bapak Prabowo Subianto.
Secara berkelar, ia menambahkan bahwa tidak adanya perayaan itu karena dia tidak memiliki keberanian untuk menari.
Unggahan di akun Instagram Presiden Lula (@lulaoficial) menunjukkan kebersamaan Presiden Lula dan Presiden Prabowo saat merayakan ulang tahun bersama.
Dalam video yang diposting pada Kamis malam, 23 Oktober, Presiden Prabowo mengenakan batik berwarna cokelat, sedangkan Lula mengenakan batik berwarna merah.
Keduanya berdiri di depan kue ulang tahun bercita rasa cokelat dalam suasana meriah.
Prabowo dan Lula meniup lilin di atas kue saat lagu “Selamat Ulang Tahun” dimainkan. Lula memadamkan lilin dengan meniupnya, sementara Prabowo memilih mengibas-ngibaskan tangannya ke arah api lilin.
Presiden Prabowo menerima potongan kue pertama dari Lula; potongan kedua diberikan kepada istri Lula, Rosangela Lula da Silva, dan potongan ketiga diberikan kepada dirinya sendiri.
Selanjutnya, ketiga individu menikmati potongan kue secara bersamaan.
Setelah perayaan berakhir, Prabowo menyanyikan lagu “Panjang Umurnya” bersama tamu undangan, dan Lula memberikan tepuk tangan hangat yang menutup malam yang dihabiskan bersama dua pemimpin negara tersebut.
( Red ).
