Jakarta , Intra62.com . Delapan skenario dirancang oleh BPJS Kesehatan Amankan Dana Jaminan Sosial . Untuk menjaga kondisi keuangan Dana Jaminan Sosial (DJS) tetap stabil, BPJS Kesehatan telah merencanakan delapan skenario, termasuk kemungkinan kenaikan iuran.
Usai acara Public Expose Pengelolaan Program dan Keuangan BPJS Kesehatan tahun 2024 di Jakarta, Senin. Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengatakan kepada wartawan, “Tentu kita sudah bikin, ada sekitar delapan skenario, itu bagaimana seandainya ke depan.”
Skenario itu dibuat sambil memastikan kondisi keuangan BPJS Kesehatan tetap stabil. Menurut Peraturan Pemerintah (PP) No. 84 Tahun 2015, Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 87 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Aset Jaminan Sosial Kesehatan, aset DJS dianggap sehat . Jika mencakup pembayaran klaim selama setidaknya 1,5 bulan atau paling lama enam bulan ke depan.
Menurut data BPJS Kesehatan, aset bersih DJS pada tahun 2024 mencapai 49,52 triliun, turun dari 56,67 triliun pada tahun 2023. Hasil investasi DJS pada tahun 2024 mencapai 5,3 triliun, turun dari 5,7 triliun pada tahun 2023.
Saat ditanya tentang kemungkinan kenaikan iuran pada tahun 2026, dia mengatakan bahwa itu sudah termasuk dalam delapan skenario yang dirancang untuk menjaga kesehatan DJS.
“Ya, ini disebut skenario, ya ada penyesuaian sekian. Namun, ini bukan pengambilan keputusan, katanya.
Sampai akhir 2024, 278,1 juta orang, atau 98,45 persen dari penduduk, akan menjadi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), menurut data BPJS Kesehatan.
Per Juli 2025, data menunjukkan 280,1 juta peserta dan tingkat keaktifan 77,3%. Di antara tahun 2014 dan 2024, jumlah FKTP yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan meningkat 28% . Dari 18.437 menjadi 23.682, dan mitra rumah sakit meningkat 88% dari 1.681 menjadi 3.162.
Baca juga : Iuran BPJS Kesehatan Mulai Berlaku , 9 Maret 2025 Kelas 1-2-3 Dihapus
(Anisa-red)
