Jakarta , Intra62.com . Kali Cilemahabang Tercemar Limbah B3 , Dinas LH Bekasi Kewalahan ?. Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, kesulitan menemukan penyebab pencemaran Kali Cilemahabang karena banyak wilayah permukiman dan perusahaan yang menguasai bantaran sungai diduga bertanggung jawab atas pencemaran.
Syafri Donny Sirait, kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan investigasi untuk menentukan siapa yang bertanggung jawab atas pencemaran sungai tersebut.
Karena banyaknya aktivitas manusia di tempat tersebut, mulai dari kawasan industri, rumah sakit, bisnis kecil, UMKM, hingga masyarakat umum. Di Cikarang, Jumat, dia menyatakan bahwa pihaknya sedang menyelidiki siapa pelakunya.
Dia mengatakan bahwa pencemar air Kali Cilemahabang dalam beberapa tahun terakhir disebabkan oleh berbagai sumber yang berubah dari waktu ke waktu dan tidak hanya satu pihak.
Selalu terjadi setiap tahun karena pelaku pencemaran tidak selalu sama. Yang kemarin sudah kita tindak berbeda dengan pencemar saat ini. Dia menyatakan bahwa tim telah dikirim untuk melakukan identifikasi lebih lanjut.
Hasil identifikasi awal menunjukkan bahwa banyak perusahaan membuang limbah langsung ke sungai tanpa melalui proses pengolahan atau melampaui standar mutu.
Beberapa pelaku dihukum denda karena tidak memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Selain itu, beberapa pelaku memiliki IPAL tetapi tidak menjalankannya.
Dia menyatakan, “Kami sudah memberikan sanksi kepada mereka yang melanggar. Kami yakin pelaku usaha yang telah dijatuhi sanksi telah memperbaiki diri dan patuh terhadap peraturan yang berlaku.”
Donny mengatakan bahwa proses identifikasi pencemar Kali Cilemahabang masih berlangsung, tetapi timnya tidak dapat menyelesaikan seluruh kasus segera karena banyak hal yang harus diperiksa.
Dia berkata, “Ini bertahap, tidak bisa selesai dalam waktu singkat. Kami terus awasi agar semua pelaku taat pada aturan.”
Irfan Sanusi (32), warga Desa Waluya, Kecamatan Cikarang Utara, mengatakan bahwa pencemaran seperti ini sudah sering terjadi. Dia mengatakan bahwa busa banyak terjadi sekitar pukul 08.00 pagi. Selain itu, ikan-ikan terlihat mabuk, mungkin karena limbah.
Kali Cilemahabang tercemar !
Sungai sangat penting untuk memenuhi kebutuhan air lahan pertanian, jadi dia berharap pemerintah segera mengatasi pencemaran ini.
Dia menegaskan bahwa menjaga kebersihan Kali Cilemahabang sangat penting karena merupakan sumber air untuk pertanian di beberapa desa, termasuk Kecamatan Karangbahagia dan Sukatani. Jika sungai tercemar, petani akan mengalami kerugian yang signifikan.
Fenomena busa putih yang memenuhi aliran Kali Cilemahabang telah membuat masalah pencemaran Kali Cilemahabang kembali menjadi perhatian publik. Diduga, kejadian tersebut disebabkan oleh limbah industri yang mencemari sungai dan menjadi viral di media sosial.
Seorang warganet mengunggah video yang menunjukkan keadaan sungai dan meminta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk bertindak tegas terhadap perusahaan besar yang diduga membuang limbah B3 ke sungai.
Tidakkah Anda berani, Kang Dedi, jika sebuah perusahaan besar yang sama membuang limbah B3 ke sungai? Dia menyatakan, “Jika Anda tidak berani, Kang Dedi, selama ini ya hanya konten.”
Dalam tanggapannya terhadap postingan tersebut, Dedi Mulyadi mengucapkan terima kasih atas kepedulian masyarakat terhadap masalah lingkungan di Provinsi Jawa Barat dan berjanji untuk melanjutkan penyelidikan mengenai pencemaran Kali Cilemahabang.
Kami telah menyelidiki dan memeriksa postingan. Tidak usah khawatir, saya akan mengambil tindakan terhadap siapa pun yang melakukan pelanggaran lingkungan, terlepas dari ukurannya.
Selain itu, Dedi menegaskan bahwa tindakan tegas akan diambil terhadap pelanggaran lingkungan sekecil apapun untuk menjaga ekosistem sungai dan keberlangsungan hidup masyarakat yang tinggal di sekitarnya.
Saya ingin mengucapkan terima kasih atas perhatian Anda terhadap pengelolaan lingkungan di Jawa Barat. Dia menyatakan bahwa masukan ini pasti akan memberikan dorongan bagi kami untuk segera menyelesaikan masalah lingkungan.
Baca juga : RS, Mall, dan Stasiun Terganggu , Inilah 11 Fakta Banjir di Bekasi
(Anisa-red)
