Yogya , Intra62.com . Raja Terkaya Indonesia Bersedia bagi 20 Miliar Rupiah bantu Rakyat Menderita . Inspirasi berasal dari kerajaan Indonesia masa lalu. Melihat kemiskinan yang luas saat itu, Raja Sultan Hamengkubuwana IX memberikan uang sebesar 20 miliar rupiah secara gratis.
Raja terkaya di Indonesia sempat memberikan bantuan keuangan kepada rakyat selama empat bulan karena ia menyadari bahwa banyak orang masih hidup dalam kemiskinan dan kesulitan.
Kisah ini terjadi di Yogyakarta selama periode Agresi Militer, atau ketika Belanda ingin menjajah kembali Indonesia pada tahun 1947. Banyak orang kehilangan nyawa selama pertempuran. Mereka menjadi lebih miskin dan seringkali harus kehilangan tempat tinggal mereka.
Mereka yang bekerja di pemerintah juga mengalami hal yang sama. Praktis mereka tidak dapat bekerja dan mendapat gaji sejak mereka tiba di Belanda, sehingga keluarga tidak bisa makan. Dalam keadaan seperti ini, orang harus memilih antara membelot ke Belanda, di mana mereka dapat hidup dengan cukup, atau tetap setia kepada Indonesia, meskipun mereka akan menderita.
Dalam situasi seperti itu, Sri Sultan langsung bertekad untuk membantu. Dia juga telah meminta semua orang untuk membantu saat situasi sulit.
Akibatnya, Sultan Hamengkubuwana IX dengan cepat membagikan harta keraton kepada yang membutuhkan. Dengan bantuan sekretaris pribadi dan para pejabat lainnya, uang gulden Belanda dibagikan kepada orang-orang di luar keraton.
Dia menyatakan bahwa, saat diwawancarai oleh penulis Takhta untuk Rakyat: Celah-Celah Kehidupan Sultan Hamengku Buwono IX (1982), dia tidak tahu berapa banyak dana yang diberikan.
Aku tidak bisa ingat. Sri Sultan menyatakan, “Ngambilnya saja sambil begini (sambil meniru gerakan orang yang mengambil barang dengan dua telapak tangan, seperti menyendok pasir dengan tangan).”
Baca juga : Para Putri Sultan Hamengkubuwono X, Kelola Gurita Bisnis Keluarga Kerajaan Yogyakarta.
Sultan memberikan uang kepada individu dan lembaga. Semua uang yang diberikan oleh kas pribadi Sultan untuk tentara dan unit Palang Merah Indonesia (PMI) digunakan untuk mengusir tentara Belanda.
Raja Jawa bagi 20 Milyar
Karena Raja Jawa tidak tahu berapa jumlah uang yang dibagi, Wakil Presiden Mohammad Hatta ternyata ingat jumlah pastinya, yaitu sekitar 5 juta gulden. Jumlah ini sekarang setara dengan sekitar Rp20-an miliar. Saat Sri Sultan membagikan uang, Hatta sempat bertanya apakah negara harus mengembalikan semua harta Sultan.
Walau bagaimanapun, Sri Sultan tidak menjawab dan menunjukkan sikap dermawan yang membantu sesama. Selama tiga hingga empat bulan, dia mengirimkan uang setiap hari ke masyarakat Yogyakarta dan para pegawai Kesultanan.
Mungkin 3 hingga 4 bulan. Pada saat itu, penguasaan Belanda atas Yogya hampir berakhir. Ya, keduanya dalam hal tujuan utamanya. Sultan menyatakan, “Agar rakyat tidak mendukung Belanda dan saya lihat banyak orang kita yang perlu dibantu untuk menyambung hidup, termasuk keluarga pemimpin kita.”
Lima juta gulden hanyalah bagian kecil dari kekayaan penguasa Yogyakarta. Dia menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia berkat warisan dan sistem feodalisme kerajaan. Sebelumnya, dia pernah memberikan kontribusi sebesar 6,5 juta gulden kepada pemerintah sebagai modal awal untuk membangun Indonesia. Pada saat itu, nilai 6,5 juta gulden setara dengan Rp32 miliar.
( Anisa-red)
