Jakarta, Intra62.com . Program Makan Bergizi Gratis Perdana Terlalu tergesa-gesa? Target Awalnya Hanya 600 ribu orang. Menurut Adita Irawati, juru bicara Istana, MBG akan menyasar di wilayah perkotaan dan kabupaten, yang telah melakukan uji coba sebelumnya dalam beberapa bulan terakhir.
Angka ini jauh dari target awal Badan Gizi Nasional, yang menargetkan 3 juta anak selama tiga bulan pertama.
Sebagian orang berpendapat bahwa perencanaannya yang terlalu “tergesa-gesa” atau tidak matang menyebabkan target itu tidak tercapai. Misalnya, bagaimana bahan baku didapat, dimasak, dan didistribusikan ke pihak yang dituju. Kemudian, ada menu yang disajikan, persyaratan untuk mitra restoran yang bekerja sama, siapa yang akan mengawasi, dan kontroversi tentang keterlibatan militer.
Pendiri Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (Cisdi), Diah Saminarsih, mengatakan semua hal itu patut diselesaikan terlebih dahulu.
Lantas seperti apa persiapan para mitra jasa boga dalam menyiapkan makan bergizi gratis perdana ini dan mengapa ada yang memilih mundur?
Konsep yang berubah-ubah
Sebelum namanya diubah menjadi Makan Bergizi Gratis (MBG), Prabowo Subianto dan pendampingnya, Gibran Rakabuming Raka, telah menyebutnya sebagai “makan siang gratis” sejak kampanye pemilihan presiden 2024 lalu.
Prabowo berulang kali berjanji untuk makan siang gratis selama debat calon presiden dan kampanye besarnya.
Di depan ratusan ribu orang yang mendukungnya, dia menyebut mereka yang menentang program ini sebagai kelompok yang tidak logis.
Prabowo menyatakan bahwa mereka yang tidak setuju mungkin harus memperbarui pengetahuannya. Dia menyatakan bahwa tidak masuk akal bagi mereka yang tidak setuju bahwa anak-anak Indonesia diberi makan siang.
Makan Siang Gratis
Prabowo berharap makan siang gratis akan meningkatkan IQ dan minat belajar anak-anak Indonesia.
Prabowo mengubah frase makan siang gratis menjadi makan siang sehat gratis selama perjalanannya. Sasarannya pun berubah, tidak hanya untuk meningkatkan IQ dan meningkatkan minat belajar, tetapi juga untuk menangani masalah stunting di Indonesia.
Untuk diketahui, menurut data World Bank tahun 2020, kekerdilan, juga dikenal sebagai stunting, terjadi di Indonesia pada posisi ke-115 dari 151 negara di dunia.
Singkatnya, anggaran yang dialokasikan untuk program itu tidak sesuai dengan harapan.
Baca juga : Pertengahan tahun 2025, Istana Cetak 5.000 dapur MBG Beroperasi
Anggaran untuk satu porsi MBG turun menjadi Rp10.000 karena pemerintah hanya mampu mendapatkan dana dari APBN 2025 sebesar Rp71 triliun selama masa kepemimpinan Presiden Jokowi.
Dilaporkan bahwa Prabowo dan pemerintah China telah mencapai kesepakatan untuk meningkatkan anggaran dengan menandatangani nota kesepahaman di berbagai bidang yang bernilai US$ 10 miliar, atau setara Rp157 triliun, di antaranya membantu pendanaan makanan bergizi gratis.
Meskipun kerja sama itu dikritik oleh beberapa pengamat karena dianggap sebagai pinjaman. Namun, tidak hanya memiliki sedikit dana, tetapi menunya juga sering berubah.
Pemerintah sebelumnya menyatakan bahwa menunya termasuk nasi putih, sayuran, lauk daging atau ikan, buah, dan susu.
Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menyatakan bahwa sekarang muncul gagasan bahwa tidak semua anak menerima susu. (Anisa-redx)
