Jakarta,Intra62.com. Megawati Prihatin Atas Mundur Airlangga dari Ketum Golkar. Hasto Kristiyanto, Sekjen DPP PDIP, menyampaikan tanggapan Megawati.
Pada awalnya, Hasto menyatakan bahwa keadaan politik saat ini memberi kita pelajaran penting bahwa kita harus kuat dan bersatu secara kolektif. Menurut Hasto, kekuatan kolektif ini akan membuat kita kuat dalam menghadapi tekanan dan intervensi apapun, bahkan dengan menggunakan hukum.
Minggu, 11 Agustus 2024, Hasto mengulangi pernyataan Megawati, mengatakan, “Maka Ibu Mega menyatakan prihatin, dan sangat mengkhawatirkan terhadap kehidupan demokrasi ke depan karena implikasinya itu nantinya juga sangat luas.”
Hastoy sendiri menyatakan bahwa dia terkejut mendengar bahwa Airlangga meninggalkan jabatan ketua umum Golkar. Dia menyatakan bahwa dia langsung dipanggil untuk melaporkannya kepada Megawati Soekarnoputri.
Selain itu, kami menciptakan kerja sama politik yang baik di dalam, tetapi kami juga sering bekerja sama dengan Partai Golkar, serta dengan Partai Gerindra, PKP, Perindo, Hanura, dan Partai Amanat Nasional. Karena itu, ini sangat mengejutkan. Hasto menjelaskan, “Karena ini (masih) dalam konteks Pilkada serentak dan munculnya kejadian politik yang dari kami (ini merupakan) suatu hal luar biasa yang menyentuh aspek kedaulatan partai.”
Akibatnya, Hasto menjamin bahwa PDIP akan berhati-hati dalam menghadapi situasi politik nasional seperti ini. Menurutnya, bangsa menghadapi masalah ini.
Selanjutnya, ini jelas merupakan tantangan bagi partai politik dan kita sebagai bangsa. Hasto menjelaskan, “Untuk benar-benar menunjukkan kedaulatan sebagai partai yang mengemban amanah rakyat dan selalu memiliki mekanisme yang terkait dengan kepemimpinan.”
Dia juga berbicara tentang pengalaman PDIP selama Orde Baru. Dia mengatakan bahwa banyak intervensi kekuasaan terjadi untuk menghancurkan demokrasi dan menjauhkan kedaulatan partai.
Karakter kekuasan Berubah
Menurut Hasto, ketika karakter kekuasaan telah berubah dalam tujuan membangun demokrasi, dan dalam situasi tantangan yang sulit seperti kenaikan harga pangan, masalah global, tantangan di Timur Tengah, masalah perekonomian kita, dan kurangnya supremasi hukum, kami khawatir itu akan berdampak negatif, termasuk pada perekonomian nasional kita.
Namun, dia menyatakan bahwa PDIP tidak ingin mengganggu urusan partai politik lain. “Sebagai partai politik, PDI Perjuangan tidak campur tangan terhadap rumah tangga partai politik lain. Namun, itu benar-benar mengejutkan mengingat apa yang terjadi. Tambahnya, “Kami prihatin karena kami juga bisa merasakan suasana kebatinan di balik itu.”( redx )
