Jakarta , Intra62.com . Prediksi harga CPO meroket tahun depan , siap siap RI ketiban Pulung . Harga yang meroket ini di dorong oleh request order di awal tahun 2024 dan kapasitas stock sangat minim .
Harga minyak sawit diproyeksi meningkat ke level US$ 1.000 per metrik ton pada akhir Januari 2024. Peningkatan ini didorong oleh permintaan di awal tahun dan keterbatasan produksi serta stok CPO.
Adapun, saat ini, harga minyak sawit atau CPO Indonesia masih berada di kisaran US$ 800 – US$ 820 per metrik ton.
Situasi sekarang volatilitas komoditas CPO kelapa sawit terjadi karena ada beberapa faktor utama, yakni perubahan iklim seperti terjadinya El Nino atau La Nina , perubahan harga komoditas,
“Kemungkinan El Nino di Indonesia ini akan terjadi hingga Mei 2024,” kata Nagaraj.
Faktor selanjutnya yang lebih penting adalah kebijakan pemerintah (kebijakan moneter, kebijakan ekspor Indonesia, serta disrupsi suplai akibat kondisi geopolitik global serta perubahan kebijakan mengenai biodiesel .
Baca juga ; HIPKA Bersama BPDPKS Adakan Kegiatan Bimbingan Teknis &; Expo Sawit Baik Indonesia 2023
Kondisi politik yang tidak pasti ini membuat dinamika pasar global semakin meningkat. Sehingga manajemen resiko sangat dibutuhkan antara lain , pertama kalkulasi posisi resiko dalam pasar, margin dan harga . Kedua kalkulasi mengenai suplai permintaan, kondisi cuaca,” tegasnya.
Anis Fu’ad , Executif Direktur CSPP ( Center Studies Public Policy ) menilai prediksi harga CPO di tahun mendatang cukup sulit kapan pasar akan mengalami kenaikan . Hal ini semua faktor produksi . Apakah produksi saat ini mengalami defisit atau surplus .
Ini sulit diterapkan , kenaikan harga CPO kemungkinan berkisar naik $ 100 , ” Ungkapnya .
Alhasil , Anis memperkirakan harga bisa naik US$ 150 – US$ 250 dari posisi sekarang di harga US$ 810- US$ 820 per metrik ton. Harga CPO sekarang masih undervalued alias harga rata-rata di bawah pasar .
“Outlook fundamental defisit produksi akan menghasilkan peningkatan konsumsi, dan keraguan dalam produksi, serta kedua hal ini bisa membuat harga lebih tinggi,” katanya. ( tim red )
