• Sun. Apr 19th, 2026

Sejarah Syekh Kholil Bangkalan

ByIM

Aug 3, 2023
Sejarah Syekh Kholil Bangkalan

Jakarta, Intra62.com – Sejarah Syekh Kholil Bangkalan (Mbah Kholil) merupakan sosok ulama panutan yang sangat dihormati. Dikenal dengan gelar mahaguru ulama Nusantara memang cocok disematkan ke Mbah Kholil karena beliau telah menjadikan banyak ulama yang tersebar di seluruh penjuru Tanah Air.

Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari adalah salah satu murid Mbah Kholil. Syekh KH Hasyim Asy’ari atau Mbah Hasyim merupakan seorang pendiri organisasi Islam terbesar di Indonesia yaitu Nahdlatul Ulama (NU) dan ulama yang sangat dihormati oleh warga Nahdliyin.

Baca Juga: Lokasi Bersejarah di Makkah

Sejarah Syekh Kholil Bangkalan
Foto sosok Syekh Kholil Bangkalan (Mbah Kholil), mahaguru ulama Nusantara. (Red/Intra62)

 

Berasal dari keluarga ulama Mbah Kholil adalah putra dari KH Abdul Lathif bin Kiai Abdul Karim. Kiai Abdul Karim merupakan keturunan dari Kiai Muharram bin Kyai Asror Karomah bin Kyai Abdullah bin Sayyid Sulaiman, merupakan cucu Sunan Gunung Jati.

Beliau (Mbah Kholil) wafat pada Kamis, 29 Ramadhan 1343 H (1929 M) di Martajasah Bangkalan, Jawa Timur. Mbah Kholil dimakamkan di Desa Martajasah, Kecamatan/Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Walaupun beliau sudah tiada, kita masih bisa mengambil hikmah dan pelajaran inspiratif dari sosok Mbah Kholil. Salah satunya adalah dengan anugerah- anugerah yang telah Allah SWT berikan kepada beliau semasa hidupnya.

Sejarah karomah Mbah Kholil yang sering memberangkatkan orang u

ntuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci, berikut ini kisahnya:

Sejarah Syekh Kholil Bangkalan Yang Dituduh Memalsukan Uang untuk Haji

Pada setiap bulan haji Mbah Kholil selalu memberangkatkan orang untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Orang yang tidak mampu maupun orang kaya beliau berangkatkan untuk menunaikan Rukun Islam yang kelima. Setiap tahun ada 10 hingga 20 orang yang ia berangkatkan haji.

Banyak orang merasa heran dengan Mbah Kholil. Orang-orang pun mempertanyakan dari mana Mbah Kholil mendapatkan uang untuk membiayai orang berhaji. Karena, pada saat itu untuk mencari uang tidak mudah bahkan sangat sulit, ditambah kondisinya Indonesia sedang dijajah oleh Belanda.

Mbah Kholil dilaporkan ke polisi, karena sering memberangkatkan orang haji, dengan tuduhan memalsukan uang. Beliau kemudian ditangkap, dipenjara, dan diinterogasi oleh polisi.

“Saya memanggil anda Kiai Kholil Bangkalan, karena ada yang telah melaporkan kalau anda telah memalsukan uang,” uajr polisi.

“Itu tidak benar, saya tidak memalsukan uang, ,” tegas Mbah Kholil.

Selanjutnya polisi tersebut bertanya soal sumber uang yang didapatkan Mbah Kholil untuk memberangkatkan orang menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.

“Bukan saya yang memberangkatkan mereka berhaji tapi Allah SWT,” jelas Mbah Kholil.

Sembari menjawab kemudian, Mbah Kholil menunjuk sebuah batu dengan tangannya. Dengan izin Allah SWT, batu tersebut seketika berubah menjadi emas murni 24 karat. Menyaksikan kejadian aneh itu, Polisi tersebut pun sampai melotot matanya.

Dalam waktu yang sama Mbah Kholil juga menunjuk batu lainya. Tiba-tiba batu itu pun juga berubah menjadi emas.

Menatap emas berserakan, polisi saling berebut mengambil batu yang telah berubah menjadi emas. Kemudian polisi sadar bahwa Mbah Kholil sudah difitnah. Dihari itu juga mahaguru ulama Nusantara asal Madura itu diberi kebebasan dengan hormat.

Itulah salah satu karomah Mbah Kholil Masya Allah, dari kisah karomah ini dapat dipetik hikmahnya. Bahwa seorang wali tidak butuh harta, justru beliau- beliau menjauhkan diri dari kesenangan dunia. Kita semua semoga selalu mendapatkan berkah dari para wali Allah hingga tersambung sampai ke Rasulullah SAW. Wallahu’alam. (red/intra62)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/