• Tue. Apr 14th, 2026

Wamendikdasmen Menegaskan Bahwa Guru BK Bertanggung Jawab Atas Kesehatan Mental Siswa di Sekolah.

ByBunga Lestari

Feb 6, 2026

Jakarta, Intra62.com –

Menurut Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, pihaknya akan meningkatkan peran guru bimbingan konseling (BK) untuk meningkatkan perhatian terhadap kesehatan mental siswa.

Di Bandung, Jumat, Fajar menyatakan, “Karena selama ini di sekolah guru kurang cepat menemukan masalah anak-anaknya. Dengan memperkuat peran konseling guru BK di sekolah, kita ingin para guru menjadi pihak pertama yang dapat menemukan masalah anak-anak.”

Menurutnya, peran guru wali dan layanan bimbingan konseling harus diperkuat karena masalah yang dihadapi anak di lingkungan keluarga seringkali dibawa ke sekolah tanpa terdeteksi oleh guru.

Selain itu, Fajar menyatakan bahwa ia sedang berusaha untuk merevitalisasi fungsi unit kesehatan sekolah (UKS), yang berfungsi sebagai penghubung antara sekolah dan puskesmas dalam menangani masalah kesehatan fisik dan mental siswa.

Menurutnya, guru wali harus dapat mengidentifikasi dan membawa anak-anak ke UKS untuk konsultasi jika mereka menunjukkan gejala yang tidak wajar. Jika tidak dapat diatasi, UKS merekomendasikan untuk dirujuk ke fasilitas kesehatan.

Ia menyatakan bahwa tindakan ini sesuai dengan rencana Kementerian Kesehatan untuk menempatkan psikolog klinis di setiap puskesmas.

Selain itu, Fajar mengatakan bahwa pemerintah harus memperhatikan kasus siswa sekolah dasar berinisial Y di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, yang meninggal karena tekanan keuangan.

Dia mengatakan, “Karena kami tahu anak zaman sekarang tingkat stresnya tinggi. Ada faktor ekonomi, faktor keluarga, faktor sosial, dan kadang juga faktor tekanan teman.”

Oleh karena itu, dia merencanakan program tujuh kebiasaan anak Indonesia Hebat untuk mencegah masalah kesehatan mental pada anak-anak dalam jangka panjang.

Menurutnya, “supaya anak-anak kita tumbuh menjadi anak yang sehat dan bisa jauh dari tekanan hidup, depresi, atau stres yang kita sebut sebagai masalah mental.”

Dia menyatakan bahwa berbagai kebijakan merupakan tindakan jangka panjang yang dilakukan pemerintah untuk membantu anak-anak menghadapi tingkat stres yang tinggi yang disebabkan oleh faktor ekonomi, keluarga, sosial, dan tekanan pergaulan.

(Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/