Jakarta, Intra62.com – Diaz Hendropriyono, Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH), mengingatkan bahwa Indonesia menghadapi krisis masalah sampah, sehingga diperlukan peningkatan pengelolaan sampah, salah satunya adalah dengan mendirikan Tempat Pengelolaan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) Sinergi Bersih pada hari Kamis di Jakarta Selatan.
Dalam peresmian yang diadakan di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Wamen LH/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Diaz menyatakan, “Kami sekarang menghadapi krisis sampah lagi, yang kita hadapi setiap hari. Jumlah sampah yang diproduksi kita semua luar biasa banyaknya.”
Dia mengingatkan bahwa dari estimasi 56 juta ton sampah yang dihasilkan setiap hari, hanya 39% yang dikelola. Ini berdasarkan sampel dari banyak tempat pembuangan akhir (TPA) yang diperkirakan hanya 20%.
Di wilayah Jakarta, yang diperkirakan menghasilkan sekitar 8.000 ton sampah setiap hari, hal itu juga menjadi masalah. Kebanyakan sampah dikumpulkan di TPST Bantar Gebang, dan sisa sampah mencemari ekosistem.
Untuk alasan ini, dia meminta KLH/BPLH sentral untuk mendorong pembentukan TPS3R di seluruh Indonesia. Diusulkan untuk didirikan 1.195 TPS3R, yang sebagian besar merupakan revitalisasi dari fasilitas yang sudah ada.
Di sisi lain, Dudi Gardesi, Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta, menyatakan bahwa tindakan kolaboratif, strategis, dan terukur diperlukan untuk mengelola sampah di Jakarta.
Itu karena timbulan sampah terus meningkat setiap tahunnya, yang membuat TPST Bantar Gebang semakin terbatas.
Agar upaya kita benar-benar menghasilkan perubahan bagi lingkungan dan masa depan Jakarta, Dudi menjelaskan, “Kita membutuhkan inovasi yang berkelanjutan, keberanian mengambil keputusan, dan yang paling penting, kolaborasi seluruh pengampu kepentingan.”
TPS3R Sinergi Bersih sendiri, yang didukung oleh PT Nestle Indonesia, WWF-Indonesia, dan Waste4Change, dibangun oleh Dinas LH DKI Jakarta.
Baca Juga : TPS PIK Penggilingan Akan Di Tutup Oleh Satpel LH Cakung.
(Red).
