• Tue. Jul 7th, 2026

Suara Ibu Indonesia: Lindungi Mahasiswa dan Batalkan UU TNI

ByAF

Mar 28, 2025
Suara Ibu Indonesia: Lindungi Mahasiswa dan Batalkan UU TNI

Jakarta, Intra62.com . Sejumlah kaum ibu menyatakan rasa pilu dan keprihatinan mereka atas sikap represi aparat terhadap mahasiswa dan masyarakat yang turun ke jalan , untuk menolak revisi UU TNI , 28 Maret 2025 .

Mereka juga menuntut Presiden Prabowo Subianto untuk membatalkan UU TNI yang disetujui Ketua DPR pada Kamis 20 Maret 2025.

Sejak rencana Revisi Undang-undang TNI dibahas dan disahkan DPR dan berlanjut hingga Kamis (27/2/2025) kemarin.  Beberapa tindakan kekerasan aparat telah melampaui batas moral. Kekerasan berulang kali terjadi di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Malang.

Avianti Armand, arsitek dan penulis yang menggagas Suara Ibu Indonesia, mengatakan dalam demonstrasi di depan Gedung Sarinah, Jl Thamrin, Jakarta, Jumat (28/3).  Bahwa inisiatif ini digagas karena dua alasan: pertama, keinginan untuk melindungi anak-anak mahasiswa yang berdemo menolak RUU dan UU TNI dari kekerasan aparat.  Dan kedua, menyampaikan protes pada pangkal masalahnya, yaitu disahkannya UU TNI.

Para ibu juga melakukan hal yang sama dengan mahasiswa, menolak pembicaraan tentang TNI memiliki dua fungsi . Dan meminta TNI tetap menjalankan fungsinya sebagai penjaga keamanan negara sesuai UU 34 Tahun 2004.

Yang menyatakan bahwa tugas utama TNI adalah menegakkan kedaulatan negara. Mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia . Dan mencegah TNI ditarik kembali ke ranah politik dan bisnis seperti yang terjadi selama Orde Baru.

Dalam orasinya, budayawan Melani Budianta, Profesor Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, menyatakan bahwa anaknya melakukan tindakan menentang dwifungsi TNI 27 tahun lalu . Dan sekarang cucunya melakukan hal yang sama karena prihatin terhadap keadaan sosial.

“Dan gerakan mahasiswa selalu menjadi motor penggerak perubahan,” kata Sulistyowati Irianto, Professor  Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Ibu  bersedia “pasang badan”

Banyak tokoh perempuan mendukung inisiatif Suara Ibu Indonesia, termasuk filsuf Karlina Supelli, yang mendirikan Suara Ibu Peduli pada tahun 1998. Ada kemungkinan bahwa ibu-ibu tidak senang menjadi bagian dari demonstrasi ini.

Jika ibu-ibu mulai mengambil tindakan, mereka pasti berada dalam situasi kritis yang mengharuskan mereka bertindak. Perempuan secara naluriah melindungi keluarga, terutama anak-anak yang dia sayangi. Karlina mengatakan bahwa dalam situasi sulit, seorang ibu akan bersedia “pasang badan” dan menjadi tameng untuk melindungi anak-anaknya.

Bacaa juga : Sekjen Partai Gerindra Ungkap Aksi Demonstrasi Mahasiswa Menunjukkan Kekagetan Terhadap Pengetatan Birokrasi Di Era Prabowo

(Anisa-red)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/