• Thu. Jun 25th, 2026

Selama Bertugas Di Jalur Gaza Bulan Sabit Merah Melaporkan Bahwa 29 staf Mereka Tewas.

ByBunga Lestari

Oct 8, 2025

Jakarta, Intra26.com – Sejak awal perang genosida di Jalur Gaza, Bulan Sabit Merah melaporkan bahwa 29 anggota staf mereka tewas selama bertugas di Jalur Gaza dalam kondisi yang sulit.

Melalui pernyataan yang menandai dua tahun perang menghancurkan di Gaza, Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) menyatakan kekecewaan dan keprihatinan mereka atas ketidakmampuan komunitas internasional untuk mengakhiri bencana kemanusiaan yang dialami warga sipil Palestina.

Organisasi kemanusiaan itu menyatakan bahwa penjajah Zionis menargetkan karyawan mereka secara langsung tanpa mempertimbangkan misi kemanusiaan atau lambang Bulan Sabit Merah, yang dilindungi secara internasional.

Dua paramedis dibunuh pada Januari 2025 saat berusaha menyelamatkan Hind Rajab, anak perempuan berusia lima tahun, dan keluarganya.

Pada insiden lain, pada Maret 2025, delapan paramedis tewas dan dikubur di bawah reruntuhan bersama ambulans miliknya.

PRCS menyatakan bahwa akibat bombardir Israel dan perintah evakuasi paksa, banyak rumah sakit, pusat medis, dan fasilitas lainnya terpaksa tutup.

Baca Juga :Di Kedubes AS Kuala Lumpur, orang Malaysia Berunjuk Rasa Untuk Mendukung Gaza.

Dia menyatakan bahwa penderitaan warga Palestina di Jalur Gaza telah mencapai tingkat yang memprihatinkan. Bau kematian menyebar di setiap sudut, dan rumah, jalan, sekolah, dan infrastruktur sipil lainnya yang hancur mendominasi pemandangan.

Keluarga menghadapi kesulitan menemukan tempat berlindung, makanan, dan air bersih karena ketersediaan bantuan kemanusiaan yang masih sangat terbatas.

Baca Juga :Prabowo Ingin Indonesia Tidak menjadi Macan Ompong di Gaza Palestina ,Ini Kata Pengamat Perkeliruan AWDI .

Pihaknya menekankan bahwa tim kemanusiaan dan medis, termasuk relawan dan karyawan mereka, masih memberikan bantuan yang menyelamatkan jiwa dalam kondisi yang paling berbahaya, di mana hukum humaniter internasional terus diabaikan.

PRCS menyatakan, “Meskipun kami menghadapi krisis akut bahan bakar, obat, dan pasokan penting, yang menghambat penyediaan layanan medis dan kemanusiaan vital bagi rakyat kami di Jalur Gaza, kami terus berupaya menjangkau mereka yang membutuhkan dan yang terdampak di Jalur Gaza.”

“Sudah saatnya dunia menghentikan pembunuhan di Jalur Gaza, mengakhiri kehancuran yang tidak masuk akal ini, menutup babak kelam dalam sejarah, dan menggantinya dengan memastikan bahwa kemanusiaan, keadilan, dan martabat ditegakkan di Palestina,” kata Younis Al-Khatib, presiden Bulan Sabit Merah.

(Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/