Jakarta, Intra62.com –
Dewan Ekonomi Nasional (DEN) diminta Kementerian Sosial untuk mempercepat distribusi bantuan sosial (bansos) secara digital.
Di Jakarta, Kamis, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan, “Insya Allah dengan digitalisasi bansos, sebagaimana harapan Presiden, (penyaluran) bansos kita akan tepat sasaran, diterima oleh mereka yang berhak.”
Tujuan digitalisasi distribusi bansos ini adalah untuk membuat distribusi bantuan sosial lebih tepat sasaran.
Saifullah Yusuf menyatakan, “Saya kira hal yang paling penting, di mana semua dimulai dari kejujuran dan keterbukaan data.”
Ia menyatakan bahwa data kemiskinan yang lebih akurat diharapkan oleh Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), yang akan dilanjutkan dengan digitalisasi penyaluran bansos yang dimotori oleh DEN.
Namun, Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua Dewan Ekonomi Nasional, menyatakan bahwa mereka akan menggunakan AI untuk digitalisasi penyaluran bansos.
Kami memiliki dukungan AI, dan anak-anak Indonesia membuat softwarenya. Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, “Saya bentuk tim kecil untuk membuat itu dan ternyata bisa.”
Digitalisasi bansos telah dimulai di 42 kabupaten di Indonesia.
DEN terus mengevaluasi dan memperbaiki kekurangan dalam implementasi digitalisasi bansos.
Presiden Prabowo Subianto akan meninjau pelaksanaan digitalisasi bansos di Banyuwangi, Surabaya, dan Bali nantinya.
Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, “Presiden akan meninjau beberapa tempat. Kita usulkan tanggal 8-9 Juni ini di Banyuwangi, Surabaya, dan Bali. Presiden juga akan melihat pendaftaran dan mengecek sendiri waktu sanggah dengan face recognition yang sudah kita praktikkan di Banyuwangi, yang ternyata sangat akurat.”
Baca Juga : Kemensos Menyetujui Pembangunan Sekolah Di Manokwari
(Red).
