• Fri. May 22nd, 2026

Rumah Dirut Pertamina Patra Dijaga Ketat oleh Pegawai Berseragam Tactical dan Petugas Bolak-balik

ByAF

Mar 1, 2025
Rumah Dirut Pertamina Patra Dijaga Ketat oleh Pegawai Berseragam Tactical dan Petugas Bolak-balik

Jakarta , Intra62.com . Rumah Riva Siahaan, Direktur Utama PT. Pertamina Patra Niaga, ditemukan di Cluster Emerald Garden Bintaro, Kelurahan Parigi, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten, pada hari Kamis, 27 Februari 2025.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan, saat ini ditahan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung, tinggal di Cluster Emerald Garden Bintaro, Tangerang Selatan, Banten. Suasananya tenang dan sejuk.

Diduga melakukan mega korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina, Subholding, dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dari tahun 2018 hingga 2023, yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp.193,7 triliun, Riva didakwa.

Dikenal sebagai PT. Pertamina Patra Niaga, perusahaan negara yang bergerak dalam perdagangan olahan minyak bumi.

Selain itu, perusahaan pelat merah itu bertanggung jawab untuk menyediakan pelumas, avtur, dan bahan bakar industri.

Rumah Riva Siahaan, bos Pertamina, terletak di Blok C.26 Cluster Emerald Garden Bintaro, menurut laporan Tribunnews.

Untuk pencarian di cluster yang cukup mewah tersebut, sistem satu gate atau satu titik digunakan untuk mengakses keluar-masuknya melalui portal otomatis.

Cluster tersebut juga memiliki pohon yang cukup rimbun, menambah suasana sejuk.

Rumah-rumah mewah berlantai dua yang dirancang dengan gaya modern menyambut siapapun yang masuk. Namun, rumah Riva tidak jauh dari gerbang utama cluster.

Namun, setelah Kejagung mengungkap kasus korupsi, media tidak diizinkan mengunjungi rumah Riva untuk melihat interiornya karena protokol keamanan cluster.

Seorang sekuriti berinisial G mengatakan, “Kami diinstruksikan dari pimpinan, masih belum ada yang diizinkan untuk masuk, ini hasil briefing pimpinan saya enggak boleh ada yang masuk selain warga dan kerabat.”

Selama kasus Riva, G mengungkapkan bahwa rumahnya selalu dijaga dengan sangat ketat oleh orang-orang berseragam taktis.

Namun, dia dapat memastikan bahwa keempat orang tersebut bukan aparat keamanan, baik dari Polri maupun TNI.

KTP keempat

KTP keempat orang tersebut, yang diwajibkan untuk tinggal di pos keamanan kelompok, menunjukkan hal ini.

Setahu saya, bukan polisi, tetapi sipil, dan pakaiannya taktikal. karena meninggalkan KTP juga. Menurutnya, di situ tidak tertulis polisi. KTP-nya sipil.

Sebaliknya, G mengungkapkan bahwa selama penyelidikan kasus ini berlangsung, para pegawai Pertamina terlihat sering mengunjungi rumah bosnya tersebut.

“Ngecek terus, tadi sempet datang, tapi sudah keluar lagi. Ya ngecek aja mantau terus,” katanya.

Namun, tidak ada yang tahu mengapa para pegawai Pertamina selalu mengunjungi rumah Riva Siahaan.

Kejagung Akan Melakukan Penggeledahan Lagi.

Sebaliknya, G menegaskan bahwa prosedur penjagaan kelompok yang cukup ketat akan diterapkan sampai penyidik Kejagung menyelesaikan penyelidikan kasus korupsi ini.

Ini dilakukan untuk menghindari tanggung jawab pengelola cluster jika terjadi sesuatu yang dapat mengganggu penyidikan yang sedang dilakukan jika akses ke rumah Riva terlalu mudah.

G menyatakan bahwa penyidik Kejagung akan kembali ke rumah Riva pada Jumat (28/2/2025) bersama dengan petugas keamanan lainnya bernama S.

“Saya diberitahu bahwa kejaksaan akan datang besok, mungkin melakukan penggeledahan lanjutan, mencari barang bukti tambahan. Kita tidak tahu juga. Kami hanya mendapatkan informasi itu.”

Sementara itu, Harli Siregar, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, tidak dapat memastikan apakah proses penggeledahan akan dilakukan pada esok hari.

Dia menyatakan bahwa penyidik yang menyelidiki kasus korupsi di mana sembilan orang. Termasuk Riva Siahaan, menjadi tersangka, berada di bawah wewenang Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung.

“Saat ini penyidik sedang melakukan penggeledahan di Cilegon, kalau ada info tentang penggeledahan rumah RS besok. Kita akan memberi tahu Anda,” kata Harli kepada media.

Riva Siahaan , “Berkepribadian Baik”

Riva Siahaan disebut “Berkepribadian Baik”, dan G menceritakan tentang kepribadiannya selama lebih dari satu tahun tinggal di kelompok tersebut.

Di mata G, Riva adalah sosok yang baik dan tidak arogansi meskipun dia memiliki banyak harta.

Dia mengatakan, “Dia (Riva Siahaan) baik, baik saja. Interaksinya dengan sekuriti di sini juga baik. Dan dengan warga lain juga sama, maksudnya warga cukup menghargai semuanya.”

G disebut Riva tak pernah melihat seseorang dari strata kehidupannya, dan G merasakan hal itu karena Riva selalu melihatnya sebagai seorang sekuriti.

Ya, itu tidak sombong; tidak ada jarak. Menurutnya, jika mereka memiliki sekuriti seperti ini, dia biasanya akan pergi pertama.

Satu dari sembilan orang yang ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Kejagung dalam kasus mega korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina, Subholding, dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dari tahun 2018 hingga 2023, yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp.193,7 triliun.

Menurut Abdul Qohar, Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung, Riva Siahaan melakukan tindakan lancung dengan sengaja dengan membeli minyak mentah RON 90 yang berkualitas oktan, yang disebut Pertalite, dan kemudian menggabungkannya menjadi minyak RON 92 atau Pertamax.

Saat konferensi pers di Kejagung, Jakarta Selatan, Selasa (25/2/2025), dia mengatakan, “Modus, termasuk yang saya katakan RON 90 (Pertalite) tetapi dibayar (harga) RON 92 (Pertamax) kemudian diblending, dioplos, dicampur.”

PT. Pertamina Patra Niaga membeli produk kilang untuk melakukan pengoplosan ini. Tidak seperti ketentuan yang ada, pengoplosan itu dilakukan di depo.

Qohar berjanji akan memberi tahu orang lain tentang model pengoplosan setelah proses penyidikan selesai.

Menurutnya, “Pasti kita tidak akan tertutup, semua kita buka, semua kita sampaikan kepada teman-teman wartawan untuk diakses masyarakat.” Selain Riva, enam orang lainnya juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Baca juga : Pertamina Menolak untuk Tuduhan Oplos Pertalite menjadi Pertamax, Begini Kata Kejasaan Agung !

(Anisa-red)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/