Jakarta, Intra62.com – Pemerintah harus menaikkan tarif cukai rokok elektronik dalam upaya mengatasi kecanduan nikotin di negara ini, menurut Ruang Kebijakan Kesehatan Indonesia (RUKKI).
Harga terjangkau rokok elektronik dapat menghambat upaya pemerintah untuk menekan tingkat kecanduan nikotin, menurut Mouhamad Bigwanto, Ketua RUKKI. Ini karena pelanggan mungkin beralih ke produk dengan harga lebih rendah.
Dalam diskusi dengan sejumlah wartawan di Jakarta, Senin, Bigwanto mengatakan, “Kita berharap pemerintah menaikkan cukai untuk rokok elektronik karena upaya untuk membuat orang berhenti dari kecanduan nikotin akan gagal jika ini terlalu murah.”
Untuk mencegah konsumen melakukan down trading atau beralih ke produk yang lebih murah, katanya, kebijakan cukai terhadap produk tembakau harus mempertimbangkan perbedaan harga antara lapisan produk.
Berikutnya, Bigwanto menyatakan bahwa RUKKI telah melakukan studi komparasi terhadap rokok elektronik, rokok konvensional, dan produk nikotin oral dengan menganalisis penggunaan produk berdasarkan kandungan atau konsumsi nikotin.
Dia kemudian menambahkan, “Kami menemukan bahwa satu mili rokok elektronik itu sama dengan 13 batang rokok konvensional.”
Bigwanto menjelaskan bahwa harga cairan rokok elektronik yang digunakan untuk perbandingan tidak termasuk perangkat karena cairan produk tersebut dikenakan cukai.
Ia menunjukkan penggunaan rokok elektronik di kalangan anak-anak dan siswa, karena penelitian di sekolah menunjukkan bahwa siswa menggunakan rokok elektronik lebih banyak daripada rokok konvensional.
Bigwanto mengatakan bahwa salah satu faktor yang membuat produk tersebut mudah diakses oleh anak-anak adalah harganya yang murah, bahkan ada pelajar yang menjual rokok elektronik di sekolah.
Selain itu, RUKKI mendorong pemerintah untuk memperkuat kebijakan cukai untuk rokok elektronik agar harganya tidak terlalu rendah dan tidak menjadi alternatif bagi pelanggan yang berusaha mengurangi konsumsi nikotin.
Baca Juga : Ade Kuswara Mantan Bupati Bekasi, Menerima Hukuman Enam tahun Penjara
( Red )
