• Sun. Jun 7th, 2026

RI Menambah Utang ke China Sampai Cetak Rekor Tertinggi

ByAF

Sep 15, 2025
RI Menambah Utang ke China Sampai Cetak Rekor Tertinggi

Jakarta , Intra62.com .  RI Menambah Utang ke China Sampai Cetak Rekor Tertinggi. Dua kreditur utama Indonesia, China dan AS, memiliki kecenderungan yang berbeda dalam hal pinjaman.
Menurut laporan Bank Indonesia (BI) yang dirilis Senin (15/9/2025), posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Juli 2025 tercatat sebesar US$432,5 miliar. Turun dari US$434,1 miliar pada Juni yang sama. Jika dikonversi ke rupiah, nilai ULN Indonesia pada Juli 2025 mencapai sebesar Rp7.095 triliun (asumsi kurs: Rp16.405/US$).

Jika dibandingkan secara tahunan, ULN Indonesia tumbuh 4,1% (yoy). Ini adalah pertumbuhan yang lebih lambat daripada pertumbuhan 6,3% (yoy) pada Juni 2025.

Perlambatan ini sebagian besar disebabkan oleh sektor publik, serta faktor penguatan dolar AS terhadap mayoritas mata uang global, termasuk rupiah, menurut Bank Indonesia.

Struktur ULN Indonesia tetap sehat, dengan utang jangka panjang mencapai 85,5% dari total. Dan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 30,0% pada Juli 2025 dari 30,5% pada Juni 2025.

BI menegaskan bahwa mereka akan terus bekerja sama dengan pemerintah untuk memastikan bahwa struktur ULN tetap stabil. Dan optimal untuk menopang pembiayaan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Dengan total pinjaman sebesar US$56,5 miliar, Singapura masih menjadi negara pemberi pinjaman terbesar di Indonesia.

Di belakangnya, AS memberikan pinjaman sebesar US$26,7 miliar, China sebesar US$24,5 miliar, Jepang sebesar US$20,7 miliar, dan Hong Kong sebesar US$18,7 miliar.

Utang Luar Negeri China Tembus Rekor Saat Utang AS Menurun

Menurut data terbaru per Juli 2025, posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia menunjukkan dinamika yang berbeda dari dua kreditur utama: Amerika Serikat (AS) dan China. Pinjaman China terus meningkat, bahkan menembus rekor tertinggi dalam setahun terakhir. Sementara pinjaman AS justru mengalami penurunan.

Posisi ULN Indonesia dari China mencapai US$24,45 miliar pada Juli 2025. Yaitu naik dari US$24,16 miliar pada Juni dan sekaligus menjadi level tertinggi, menurut data Bank Indonesia.

Utang ke China Meningkat

Ketika utang China meningkat, ini menunjukkan bahwa hubungan pembiayaan antara Indonesia dan Beijing semakin intensif.

Pembiayaan ini biasanya ditujukan untuk proyek infrastruktur strategis seperti jalan tol, pelabuhan, dan energi. Sementara itu, di tengah ketegangan global tentang tarif dagang yang dimainkan oleh Presiden AS Donald Trump terhadap mayoritas mitra dagangnya . Penurunan pinjaman AS dianggap sebagai tanda pergeseran fokus strategi investasi dan ekonomi Washington.

Perbedaan tren ini menarik perhatian pasar karena dapat memengaruhi struktur pembiayaan di Indonesia di masa depan. Sebagian orang percaya bahwa ketergantungan yang lebih besar pada China akan memungkinkan pertumbuhan ekonomi. Tetapi itu juga memerlukan pengelolaan risiko untuk menjaga stabilitas utang luar negeri Indonesia.

Baca juga : Perusahaan China Kembangkan Robot Rahim Buatan, bisa Mengandung Janin

( Anisa-red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/