Jakarta, Intra62.com – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Indonesia dan China bakal bekerja sama dalam mengembangkan teknologi penanaman padi di Tanah Air.
Hal itu diungkapkannya usai pertemuan ke-4 High Level Dialogue and Cooperation Mechanism (HDCM) Republik Rakyat China (RRC) di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pekan ini.
Luhut mengatakan Negeri Tirai Bambu merupakan negara yang berhasil mencapai swasembada beras. Oleh karena itu, ia meminta China untuk melakukan transfer teknologi penanaman padi.
“Kami minta mereka memberikan teknologi pagi mereka, di mana mereka sudah sukses swasembada. Mereka sudah bersedia,” ucap Luhut seperti dikutip dari akun Instagram resminya, @luhut.padjaitan, Minggu (21/4/24).
Baca juga:
- Prabowo Berkunjung ke Sekolah China Tinjau Makan Siang Gratis
- Dugaan Dana Hibah UKW 2,9 Milyar Pengurus PWI Pusat Kisruh
Ia mengatakan kerja sama dengan China selanjutnya akan diimplementasikan untuk mengolah lahan seluas 1 juta hektar di Kalimantan Tengah. Namun penggarapan lahan itu akan dilakukan secara bertahap.
Luhut mengatakan pihaknya saat ini masih mencari local partner. Off taker atau pemasok kebutuhan industri atau pasar dalam program tersebut adalah Bulog.
Menurut Luhut, jika program ini berhasil, Indonesia akan mampu mengurangi impor beras yang saat ini mencapai 2 juta ton.
Ia menilai dengan program ini impor beras RI bisa di tekan ke level 4 ton hingga 5 ton saja.
