Jakarta, Intra62.com – Presiden Prabowo Subianto berharap program MBG dapat dinikmati oleh semua penerima manfaat di Indonesia sebelum Desember 2026.
Presiden menyatakan bahwa hingga saat ini, MBG telah menjangkau 55 juta penerima manfaat saat berpidato di kegiatan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, yang dipantau melalui siaran langsung oleh Sekretariat Presiden pada hari Rabu.
Target sebesar 82,9 juta penerima manfaat, termasuk anak sekolah, ibu hamil dan menyusui, dan orang tua, telah dicapai hanya dalam satu tahun.
Presiden Prabowo sebelumnya mengumumkan bahwa jumlah penerima manfaat program MBG akan mencapai 55 juta orang pada 5 Januari 2026, atau setahun setelah peluncuran pertama program prioritas itu pada 6 Januari 2025.
Presiden menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan prestasi, mengingat butuh waktu hingga sebelas tahun bagi Brazil untuk memberikan makan siang gratis (PNAE) kepada 40 juta siswa sekolah.
Saat ini, ada 55 juta penerima manfaat di Indonesia, yang sama dengan memberi makan delapan kali lebih banyak warga Singapura. Kami memberi makan 55 juta saudara setiap hari. Presiden Brazil memberi tahu saya bahwa jumlah penerima telah mencapai 40 juta dalam waktu sebelas tahun. Presiden Prabowo menyatakan dalam pidatonya di Jakarta, Senin (5/1), bahwa kita, 55 juta dalam satu tahun, karena kita mulai 6 Januari 2025, dan hari ini 5 Januari 2026.
Pada kesempatan yang sama, Presiden menyampaikan penghargaan kepada program MBG Indonesia dari berbagai pihak, salah satunya adalah Rockefeller Institute, lembaga riset terkenal di Amerika Serikat.
Presiden menyatakan bahwa tujuan kedatangan ahli-ahli dari Institut Rockefeller adalah untuk melihat secara langsung pelaksanaan MBG di sekolah-sekolah di Indonesia.
Presiden kemudian diberitahu oleh ahli dari Rockefeller Institute bahwa dana yang diinvestasikan dalam program MBG dapat menghasilkan efek multiplier hingga 5-35 kali lipat.
(Red).
