Jakarta, Intra62.com –
“Kami baru saja menyelesaikan pertemuan singkat dengan Bapak Presiden, di mana kami berbicara tentang penerapan energi bersih dan terbarukan. Di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/3/2026), Bahlil menyatakan, “Di dalamnya, termasuk kaitannya dengan (program) 100 gigawatt (GW) untuk PLTS, kemudian energi baru terbarukan.”
Presiden Prabowo menunjuk Bahlil sebagai ketua satgas percepatan transisi energi untuk mempercepat pelaksanaan transisi energi bersih dan terbarukan.
Menurut Bahlil, inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk melakukan transisi energi dan mengurangi subsidi.
Bahlil menambahkan, “Sudah tentu orientasinya adalah transisi energi bisa kita lakukan lebih cepat, tapi juga kita bisa mengurangi subsidi karena dengan mengonversi dari PLTD atau diesel ke PLTS, itu akan mengakibatkan subsidi listrik menjadi lebih efisien dan sekaligus mendorong percepatan pemakaian motor dan mobil listrik.”
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral juga mendorong penggunaan PLTS untuk mempercepat penyediaan listrik di pulau-pulau terpencil.
Upaya ini merupakan bagian dari program strategis pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan energi dan memperluas akses pelayanan energi ke wilayah yang sulit dijangkau.
Bahlil menyatakan bahwa Presiden Prabowo meminta agar pembangunan PLTS dipercepat dan mengoptimalkan penggunaan sepeda motor listrik.
Pemerintah akan mengonversi 120 juta sepeda motor secara bertahap dalam tiga hingga empat tahun mendatang.
Bahlil menyatakan, “Bapak Presiden sangat berkeinginan untuk implementasinya dilakukan segera dan insya Allah kita akan melakukannya dalam waktu yang tidak lama. Bapak Presiden tadi menyampaikan bahwa maksimal 3 sampai 4 tahun, bahkan mungkin lebih cepat lagi.”
Baca Juga : Kementerian Ekraf Mendukung IFEX, yang Menghubungkan Furnitur Lokal ke Pasar Internasional.
Baca Juga : Menteri LH: Jangan Biarkan Sampah di Bali Mengganggu Pariwisata Indonesia.
(RED).
