• Sat. Apr 18th, 2026

Presiden Gibran menekankan etika penggunaan kecerdasan Buatan saat Berkunjung ke Rancaekek.

ByBunga Lestari

Mar 4, 2026

Jakarta, Intra62.com – Saat berkunjung ke Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menekankan pentingnya etika dan penguatan nalar kritis dalam penggunaan kecerdasan buatan.

Saat berbicara di SMP Plus Muthahhari Rabu, Gibran mengatakan bahwa kecerdasan buatan memiliki peran penting dalam mendukung proses belajar mengajar.

Wapres Gibran menyatakan, “Penggunaan AI ini sangat penting untuk kehidupan sehari-hari, terutama untuk menunjang para guru dan pengajar, serta mempermudah kegiatan pelajar. Tapi di satu sisi, kita juga harus tahu bahwa AI ini memiliki aturan main dan etika.”

Ia mengatakan bahwa memanfaatkan AI tidak akan membuat siswa bergantung pada teknologi sepenuhnya. Sebaliknya, meningkatkan kemampuan berpikir kritis harus tetap menjadi bagian penting dari proses pendidikan.

“AI boleh digunakan, tapi jangan ketergantungan. Berpikir kritis jangan hilang.” Wapres Gibran berkata, “Pekerjaan Rumah (PR) jangan hanya mengandalkan AI; harus dicari dan dipahami sendiri jawabannya.”

Wapres Gibran juga menyinggung kemungkinan penyalahgunaan teknologi, seperti manipulasi suara dan gambar, yang sering digunakan untuk penipuan.

Ia mengatakan bahwa pemahaman etika dan literasi digital sangat penting agar siswa dapat menggunakan AI secara bertanggung jawab.

Wapres juga menjawab pertanyaan siswa tentang dampak lingkungan dari pengembangan AI, seperti kebutuhan energi dan air untuk operasi industri semikonduktor dan pusat data.

Menurutnya, setiap kemajuan teknologi memiliki konsekuensi, sehingga percepatan transformasi digital harus diimbangi dengan keberlanjutan lingkungan.

Wapres Gibran mengatakan, “Kalau bicara tentang AI dan industrialisasi, pasti ada plus dan minus. Tantangan adalah mencari titik tengah. AI adalah jalan, edukasi meningkat, tapi lingkungan juga harus diperhatikan.”

Presiden juga mendorong guru untuk terus meningkatkan kapasitas diri sehingga mereka dapat mengajar siswanya menggunakan teknologi dengan benar.

Kunjungan Presiden Gibran berlangsung kira-kira satu jam, dari pukul 10.15 hingga pukul 11.15 WIB. Setelah itu, Wapres Gibran melanjutkan agenda kerjanya di Pesantren Baitul Arqam yang terletak di Kecamatan Pacet.

(Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/